Pandemi Covid-19, Modus Penyelundupan Narkotika lewat Paket Meningkat

Banyak sindikat peredaran barang ilegal yang mengalihkan modusnya menjadi paket atau barang kiriman.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Kamis, 07 Januari 2021 | 13:42 WIB
Pandemi Covid-19, Modus Penyelundupan Narkotika lewat Paket Meningkat
Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Terkait kasus yang sudah masuk, selain kiriman pos dari Nigeria tersebut, Hengky menuturkan, sebelumnya juga sudah ada beberapa pengungkapan kasus penyelundupan barang ilegal atau narkotika lainnya. Namun, memang jumlahnya masih kecil; baru kiriman pos Nigeria itu saja yang tercatat cukup besar.

"Sepanjang 2020 sudah ada lainnya, tapi kecil. Baru ini yang cukup besar karena memang sindikat banyak masuk ke daerah-daerah Jawa Timur. Kalau Jawa Tengah biasanya ke Semarang, ini agak baru ke Magelang," ungkapnya.

Ditambahkan Hengky, saat ini BNNP DIY masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait pengungkapan kasus penyelundupan narkotika ke daerah Magelang tersebut. Hal itu dilakukan untuk mengetahui apakah peredarannya memang hanya di Magelang saja atau merembet ke daerah lain.

"Namun yang pasti, paket yang dikirimkan ke Magelang dengan ukuran berat sabu 200 gram itu memang cukup besar," tandasnya.

Baca Juga:Selundupkan Sabu-Sabu dari Nigeria, 2 Pelaku Kenal di Lapas Nusakambangan

Sementara itu, Kasi Narkotika dan Barang Larangan Kanwil DJBC Jateng dan DIY Thomas Aquino mengatakan, pengecekan paket kiriman pos tersebut menggunakan berbagai macam prosedur, mulai dari pemeriksaan dengan X-ray dari awal hingga akhir sebelum barang diterima, menggunakan peran tim anjing pelacak narkotika (K-9), serta bantuan dari tim analisis yang mengidentifikasi petunjuk tertentu.

"Identifikasi tim analis itu misalnya melihat dari negara pengirim paket tersebut, apakah memang dari negara high risk atau tidak. Intinya kami sangat concern dengan semua barang kiriman tersebut dan akan selalu kami lakukan pengecekan," kata Thomas.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak