Belakangan ini, pemerintah kerap menggunakan jasa Key Opinion Leader (KOL) atau influencer untuk memberikan edukasi atau sekedar menyebarkan berita kepada masyarakat. Namun, Deddy secara pribadi menilai ada hal yang salah dalam penerapannya. Pasalnya, pemerintah hanya melihat satu sisi dari KOL saja, yakni ketenaran. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah mengenai nilai dari KOL tersebut.

Lihat perbincangan keduanya DI SINI.
Deddy mengingatkan agar tak membawa KOL untuk mempromosikan sebuah tempat jika tidak memiliki perasaan di dalamnya. Menurut Deddy, sampai saat ini pemerintah belum melihat seperti apa bentuk KOL.
Orang dengan penggemar 20 juta belum tentu bisa menjual sebuah barang yang laku dipromosikan KOL dengan penggemar 300 ribu. Selanjutnya, Deddy juga menilai bahwa Sandi adalah salah satu tokoh yang dekat dengan KOL di Indonesia. Deddy meminta agar Sandi bisa menyampaikan hal tersebut kepada pemerintah.
Baca Juga:Tak Percaya Ramalan Mbak You, Deddy Corbuzier: Saya Mentalist Terbaik Dunia
Sejak diunggah pada Senin (18/1/2021), video berdurasi 13 menit tersebut sudah ditonton lebih dari 7.000 pengguna YouTube. Ada 900 lebih yang menekan tanda suka dan belasan lainnya tidak menyukai.
Selain itu, ada seratus lebih komentar yang ditinggalkan warganet. Banyak yang menggantungkan harapannya kepada Sandi agar bisa membawa angin segar untuk industri pariwisata di Indonesia.