facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

RS Panembahan Senopati Resmikan Gedung IGD Baru, Bisa Layani Pasien Corona

Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora Selasa, 02 Februari 2021 | 14:30 WIB

RS Panembahan Senopati Resmikan Gedung IGD Baru, Bisa Layani Pasien Corona
Sejumlah pejabat mengecek ruangan-ruangan yang ada di IGD Panembahan Senopati usai peresmian di RS setempat, Selasa (2/2/2021). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

gedung IGD tersebut nantinya dibagi ke dalam 3 zona.

SuaraJogja.id - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati meresmikan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang baru. Ruangan seluas 1.900 meter persegi itu nantinya dapat melayani pasien dengan kegawatdaruratan yang lebih banyak dibanding ruang IGD sebelumnya.

Direktur RSUD Panembahan Senopati, I Wayan Marthana Widiana Kedel menjelaskan gedung IGD tersebut nantinya dibagi ke dalam 3 zona. Pertama zona merah, zona kuning dan zona hijau.

"Gedung IGD ini lebih luas dan mampu menangani pasien lebih banyak. Kami bagi jadi tiga zona, zona merah untuk kejadian kedaruratan yang butuh penanganan segera. Zona kuning untuk pasien yang masih bisa menunggu penanganan, serta zona hijau yang penanganan pasiennya bisa langsung dipulangkan. Selain itu ada ruang dekontaminasi yang di IGD lama tidak tersedia," terang Wayan disela peresmian Gedung IGD di RSUD Panembahan Senopati, Selasa (2/2/2021).

Peresmian dihadiri oleh sejumlah pejabat, Bupati Bantul Soeharsono, Ketua DPRD Bantul, Hanung Raharjo serta Kepala Dinas Kabupaten Bantul, Agus Budi Raharjo.

Baca Juga: 83 orang Meninggal karena Covid-19 selama Januari, Ini Kata Dinkes Bantul

Dalam peresmiannya, Bupati Bantul, Soeharsono menandatangani plakat serta memotong tali sebagai tanda diresmikannya gedung IGD baru.

Wayan menjelaskan, gedung dengan nilai kontrak Rp8 miliar tersebut dibangun sebanyak 3 lantai. Lantai pertama untuk alat dan penanganan pasien kedaruratan, sementara lantai dua direncanakan untuk ruang pembedahan.

"Penanganan kedaruratan memang butuh cepat. Artinya dalam satu gedung bisa dilakukan berbagai penanganan termasuk pembedahan jika diperlukan. Namun untuk lantai dua itu masih kami rencanakan," terang Wayan.

Tak hanya menerima pasien yang butuh penanganan kedaruratan. Wayan melanjutkan jika IGD tersebut tetap menerima pasien yang terkonfirmasi Covid-19, saat pemeriksaan dilakukan.

"Artinya jika ada pasien yang terkonfirmasi Covid-19, IGD akan kami tutup sementara dahulu. Setelah penanganan dilakukan dan pasien masuk ke ruang isolasi akan kami buka untuk pasien non Covid-19. Tentunya akan kami lakukan sterilisasi dahulu," terang dia.

Baca Juga: Air Terjun Kedung Tolok, Wisata Terpencil di Bantul yang Cocok buat Ngadem

Disinggung apakah memungkinkan menerima pasien non Covid-19 dan terkonfirmasi Covid-19 dalam waktu bersamaan, kata Wayan hal itu bisa dilakukan. Kendati demikian akan membutuhkan tenaga kesehatan yang lebih banyak.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait