Ketersediaan Kit Antigen di Sleman Terbatas, Tracing Belum Bisa Tancap Gas

kit antigen yang tersisa di Dinkes Kabupaten Sleman sekitar 5.000.

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 24 Februari 2021 | 07:15 WIB
Ketersediaan Kit Antigen di Sleman Terbatas, Tracing Belum Bisa Tancap Gas
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman menyebut belum bisa menggencarkan lagi tracing kepada kontak erat pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Hal ini disebabkan oleh ketersediaan kit antigen yang tersisa masih terbatas.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo saat dikonfirmasi awak media, Selasa (23/2/2021). Keterbatasan kit antigen itu membuat tracing kepada kontak erat kasus Covid-19 di Sleman masih belum semaksimal sebelumnya.

"Sampai sekarang kit antigen belum sampai ke Sleman. Jadi bagaimana mau menggencarkan kalau barangnya belum ada,"  kata Joko.

Joko menuturkan kit antigen yang tersisa di Dinkes Kabupaten Sleman sekitar 5.000. Namun menurut rencana Dinkes DIY besok sudah akan mulai memberikan tambahan kit antigen ke Sleman.

Baca Juga:PPKM Berdampak Positif, Dinkes Sleman: Sia-Sia kalau Masyarakat Tak Berubah

"Yang ada di Dinkes Sleman sekarang tinggal 5.000 kit lebih sedikit. Rencananya besok mau mendapat tambahan 500 dari Dinkes DIY," ucapnya.

Ditanya terkait dengan penambahan jumlah kit antigen yang tidak terlalu banyak itu, kata Joko, sebab pengiriman memang akan dilakukan secara berkala. Sementara hingga saat ini pihaknya masih menunggu droping lanjutan dari pemerintah pusat.

"Kami masih menunggu droping kit antigen dari pemerintah pusat karena rencananya bahkan akan menyasar suspek juga, tidak hanya kontak erat," terangnya.

Menurut informasi yang diterima pihaknya hingga saat ini, sebenarnya kit antigen dari pemerintah pusat sudah sampai di provinsi. Hanya tinggal menunggu distribusi lebih lanjut ke kabupaten.

"Tinggal nunggu distribusi ke kabupaten. Kalau untuk jumlah belum tahu secara pasti," tambahnya.

Baca Juga:Dinkes Sleman Fokus Tuntaskan Vaksinasi Tahap Pertama, Kini Capai 89 Persen

Joko menambahkan ketersediaan kit antigen yang tersisa sedikit dan masih menunggu droping kit dari provinsi, pihaknya sementara waktu akan melakukan uji swab antigen kepada kontak erat yang bergejala saja. Hal itu sesuai dengan aturan Kemenkes revisi ke-V, faktor ini juga yang membuat beberapa waktu terakhir jumlah yang terperiksa atau sampel swab lebih sedikit.

"Sehingga, sekarang itu jumlah kasus positifnya sedikit, maka secara otomatis tracing kontak erat menurun dan yang bergejala akan jauh lebih sedikit lagi. Tapi ketika diperiksa hasilnya positif. Sehingga positif rate-nya tinggi," paparnya. 

Kondisi tersebut jauh berbeda pada saat awal pandemi atau setidaknya dalam beberapa bulan terakhir dari September hingga Desember 2020 lalu. Saat itu, kata Joko, kontak erat tracing kasus positif akan langsung dilakukan swab baik yang bergejala atau tidak.

"Dulu setiap kasus positif ditracing langsung swab, itu positivity rate malah rendah tapi yang diswab banyak. Jadi antara yang hasil positif dari seluruh yang di swab positif kecil," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak