"Kalau latar belakang sejarah dan dari era apa masih belum tahu. Masih perlu kami teliti dan kaji lebih dalam lagi. Tim sudah mengumpulkan data dan melihat langsung susunan batuannya," kata Retno.
Retno tidak menampik bahwa lokasi perbukitan Prambanan memang masih banyak menyimpan nilai sejarah termasuk kaitannya dengan candi. Hal itu dapat dilihat dari sejumlah kawasan percandian yang ada, mulai dari Kraton Ratu Boko hingga Candi Ijo serta lainnya.
Diakui Retno, temuan susunan batuan di Dusun Pereng itu tidak jauh dari sebuah situs bersejarah atau tepatnya Situs Candi Polangan. Diketahui bahwa lokasi candi tersebut masih berada di Kalurahan yang sama, yakni Sumberharjo.
Menurut data BPCB, Situs Candi Polangan berada di satu komplek dengan Situs Candi Grogol serta Candi Krapyak. Ketiga situs candi tersebut disebut Retno, memang berukuran cukup besar yang telah berdiri pada era Mataram Kuno.
Baca Juga:Cuti Bersama Dipangkas, Pemkab Sleman Yakini Tidak Akan Ada Masalah
"Situs tersebut pertama kali dilaporkan pada tahun 1891 silam. Kalau untuk Candi Polangan latar belakangnya adalah agama Hindu. Tapi kalau untuk susunan batuan di Dusun Pereng ini kami belum tahu. Masih akan kami dalami," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan warga Pereng, Sumberharjo, Prambanan, Sleman menemukan jajaran baru mirip pondasi candi. Penemuan ini berada di sekitar perbukitan Desa Wisata Pereng, Kalurahan Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Minggu (21/2/2020) lalu.
Formasi batu yang ditemukan sudah berjejer itu, diketahui warga saat tengah mencari potensi wisata di Padukuhan Pereng.