"Saya harapkan ini nanti lansia jalan [vaksinasi Covid-19], para pekerja jalan, disektor layanan publik juga khususnya yang memiliki interaksi tinggi dengan orang-orang juga jalan," ucapnya.
Menurut Heroe, sanksi tersebut tidak harus diwujudkan dalam bentuk Peraturan Wali Kota (Perwal). Namun memang ada Perda yang sampai sekarang masih digodog terkait dengan penyakit menular.
"Tidak harus perwal. Jika satu kasus yang mempunyai potensi bahaya nanti setiap orang masih bisa memberikan kesempatan untuk itu. Kan itu policy, sifatnya kebijakan. Kalau Perda, sekarang masih digodog soal penyakit menular. Ya perda sanksi ada. Tapi belum tahu [sanksi seperti apa] karena masih dibahas," tegasnya.
Ditanya mengenai kemungkinan pemerintah untuk jemput bola kepada sasaran penerima vaksin Covid-19 itu, kata Heroe justru kemungkinannya kecil untuk dilakukan. Pasalnya program vaksinasi Covid-19 dari pemerintah ini tidak bersifat memaksa.
Baca Juga:Pemkot Jogja Soal Mutasi Virus Corona: Penjagaan Pintu Masuk Wewenang Pusat
Justru pihaknya lebih mengedepankan kesadaran masyarakat sendiri. Sehingga dapat secara suka rela menjadi bagian dari masyarakat yang memang bisa menerima vaksinasi Covid-19 ini.
"Sifanya sebenarnya suka rela. Jadi tidak ada paksaan. Cuma kalau mau beraktivitas di suatu tempat yang sudah terkondisi ya diharapkan mereka harus ikut menyesuaikan. Jangan sampai menjadi penyebab kawasan itu menjadi problem. Jadi ini tanggungjawab bukan hanya di pemerintah tapi pelaku usaha di sana semua. Kalau di sana ada yang terkena kan seluruh kawasan itu bisa kita tutup juga dan itu tidak perlu Perwal atau Perda," ungkapnya.
Heroe menambahkan sejauh ini sudah penerima vaksinasi Covid-19 di Kota Jogja yang terdaftar mencapai angka 130 ribu jiwa. Termasuk dengan 46 ribu warga lansia dan 19.980 pedagang pasar hingga PKL dan pekerja sektor informal Malioboro hingga Alun-alun Utara di Kota Yogyakarta.
"Seratus tiga puluh ribu itu yang sudah teregistrasi dan memang 80 persen dari jumlah itu warga yang berasal dari luar Jogja [tapi beraktivitas di Kota Jogja]. Vaksinnya tersedia, harapan kami yang sudah diundang bisa datang pada saatnya supaya proses ini berjalan lebih cepat. Kalau kita ingin sehat dan ekonominya pulih ya harus segera bergegas untuk menyelesaikan itu semua," pungkasnya.
Baca Juga:Menkes Budi Gunadi: Kejar Target Vaksinasi Jokowi Perlu Bantuan Swasta