SuaraJogja.id - Teror ular piton di Kalurahan Ngloro Kapanewonan Saptosari Gunungkidul terus berlanjut. Pasalnya dalam seminggu terakhir, ular piton dengan ukuran yang cukup besar jumlahnya semakin bertambah. Kondisi ini tentu membuat warga semakin resah dan diliputi kekhawatiran.
Tak hanya di ladang dan pekarangan milik warga setempat, namun sejumlah ular piton tersebut juga sudah memasuki pemukiman warga. Tak hanya memangsa hewan peliharaan, mereka bahkan telah menyerang warga dan satu diantaranya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Yogo Utomo (78) warga yang tinggal di Padukuhan Ngloro RT 04 Rw 01 kalurahan Ngloro Kapanewon Saptosari mengaku menjadi korban keganasan ular piton sepekan lalu. Beruntung ular tersebut tidak berbisa meski menimbulkan bekas gigitan di dua tempat di betis sebelah dalam dan betis sebelah luar kaki kirinya.
Namun akibat gigitan ular tersebut, bapak satu ini terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Beruntung ia tidak diminta rawat inap, dan hanya rawat jalan di mana 3 hari sekali harus chek up atau kontrol untuk memeriksa luka bekas gigitan ular tersebut.
Baca Juga:Perceraian di Gunungkidul Tinggi, Paling Banyak Usia di Bawah 30 Tahun
"kemarin itu sudah kontrol (cek up) yang ketiga kalinya. Sampai sekarang tidak ada efek sampingnya, tapi ndak tahu besok besok. Mudah-mudahan tidak apa-apa,"ujar Yogo ketika ditemui di rumahnya, Minggu (4/4/2021).
Yogo mengaku digigit ular di ladang yang berjarak 2 kilometer dari rumahnya. Sekitar sepekan lalu, dirinya hendak mencari rumput di ladang yang lumayan jauh dari rumahnya. Ia selalu berjalan kaki menuju ke ladang. Perjalanan yang ia tempuh sekitar 1 jam dari rumahnya.
Namun setelah berjalan sekitar 2 kilometer dari rumahnya, tiba tiba ada sesuatu yang menggigit kaki kirinya. Ia tidak menyadari kalau jalur yang ia lewati ternyata ada ular cukup besar. Saat ia melihat ke bawah di kaki kirinya ternyata ada ular jenis piton sebesar paha orang dewasa.
"Ular itu bersembunyi di semak semak dekat dengan kaki saya. Dan langsung menggigit saya,"cerita kakek ini.
Saat dirinya masih dalam gigitan ular tersebut, ia mencoba melepaskan gigian ular tersebut dengan sabit yang biasa ia gunakan untuk mencari rumputnya. Rupanya gigitan ular tersebut cukup kuat sehingga tak mudah dilepaskan. Yogopun terus berusaha melepaskan gigitan ular tersebut.
Baca Juga:Nisan Mbah Sotruno di Gunungkidul Keluarkan Air Mancur, Warga Heran
Yogo pun memegang kepala ular tersebut dan menarik ke atas sehingga terlepas. Beruntung ular tersebut tidak terlalu berontak sehingga segera gigitannya bisa dilepaskan.
"Lha saya didorong pakai arit itu tapi tak lepas. Terus berusaha melepaskan gigitannya dengan tak pegang kepalanya dan tak tarik,"paparnya.
Usai melepaskan gigitan ular tersebut, ia mencoba membuang ular tersebut agar bisa hidup bebas. Ia takut membunuh ular tersebut karena khawatir akan ada karma menimpanya. Yoga pun berusaha menjauh dari ular tersebut dengan cara berjalan berjingkat.
Setelah dirasa aman Yogo melihat ular tersebut dan ternyata ular tersebut hanya diam. Sesaat kemudian ular yang telah menggigitnya itu perlahan-lahan berjalan merayap langsung naik ke atas batuan dan terlihat panjangnya sekitar 3,5 meter.
Yogo berusaha memeriksa luka akibat gigitan ular tersebut dan mendapati luka sayatan di dua titik betisnya yaitu depan dan belakang dan mengeluarkan darah cukup deras. Melihat banyak darah yang keluar dari betis kakinya, ia pun membalutnya dengan kaos yang dikenakannya dan Yogo pun berjalan pulang sejauh 2 kilometer.
“Saya langsung dibawa anak saya ke rumah sakit untuk diperiksa, Bekas gigitan nya itu mirip dengan lobang gergaji itu loh,"tambahnya.