alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Segini Harga Terapi Stem Cell untuk Tangani Pasien Covid-19

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana Jum'at, 16 April 2021 | 18:52 WIB

Segini Harga Terapi Stem Cell untuk Tangani Pasien Covid-19
Jumpa pers kick off pelayanan berbasis penelitian terapi Covid-19 dengan Stem Cell di RSUP Dr Sardjito, Jumat (16/4/2021). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

"Kalau dibandingkan dengan obat lain mahal, tapi kalau dibandingkan dengan obat Covid-19 lainnya yang sekarang sedang berjalan, ya jauh lebih murah [stem cell]."

SuaraJogja.id - Terapi stem cell bagi penanganan pasien Covid-19 tengah dikembangkan oleh Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito. Terapi stem cell yang dilakukan secara kolaboratif bersama Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM itu diyakini dapat memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.

Penelitian terapi stem cell itu hingga saat ini masih berjalan ditargetkan selesai pada September mendatang. Lantas, berapa biaya yang perlu dirogoh masyarakat jika terapi stem cell itu bisa digunakan secara luas?

Sekretaris Tim Pokja Stem Cell RSUP Dr Sardjito dr Rusdy Ghazali Malueka mengungkapkan biaya untuk setiap 1 sel itu adalah Rp1 juta, sedangkan dalam aplikasinya kebutuhan per pasien yakni 1 juta sel per kilogram berat badan.

Dengan kata lain, jika berat badan seorang pasien 60 kilogram, maka biaya yang dibutuhkan mencapai Rp60 juta.

Baca Juga: Penelitian Masih Jalan, Tim Stem Cell Sardjito Target Tuntas September 2021

"Iya, itu sebenarnya salah satu tantangan kita. Kalau biaya kan sebenarnya minimal berarti Rp60 juta per pasien itu bisa lebih tergantung berat badan semakin berat semakin mahal bisa sampai ratusan juta," kata Rusdy kepada awak media di Gedung Administrasi RSUP Dr Sardjito, Jumat (16/4/2021).

Kendati demikian, jika dibandingkan dengan harga obat-obatan lain yang saat ini tengah dimanfaatkan untuk penanganan Covid-19, maka terapi stem cell terbilang lebih murah. Pasalnya, obat-obatan lain itu tidak jarang yang mencapai ratusan juta.

"Kalau dibandingkan dengan obat lain mahal, tapi kalau dibandingkan dengan obat Covid-19 lainnya yang sekarang sedang berjalan, ya jauh lebih murah [stem cell]," ujarnya.

Namun, Rusdy berharap, jika memang nanti penelitian stem cell itu sudah selesai, terdapat ada cara-cara lain yang dapat dilakukan oleh masyarakat luas guna memanfaatkan terapi stem cell tersebut.

Mungkin nanti jika stem cell sudah bisa digunakan secara luas, kata Rusdy, terapi yang dikenal juga dengan sel punca itu bisa masuk ke dalam skeman BPJS. Sehingga masyarakat lebih bisa menjangkau terapi stem cell tersebut.

Baca Juga: Update 16 April: Warga Indonesia Positif Covid-19 Capai 1.594.722 Orang

"Selama ini kemudian obat-obat seperti kemoterapi itu kan mahal. Ya harapan kita semestinya, juga bisa masuk ke skema BPJS atau yang lain," harapnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait