"Tanda awal dari keracunan sianida adalah peningkatan frekuensi pernapasan, nyeri kepala, sesak napas, perubahan perilaku seperti cemas, agitasi, dan gelisah serta vertigo juga dapat muncul," katanya.
Pada dosis kecil, gejala yang muncul berupa mual, muntah, sakit kepala, pusing, gelisah, denyut jantung cepat, sesak napas, dan tubuh terasa lemah. Sedangkan dalam dosis besar, gejalanya berupa denyut jantung melambat, kejang, tekanan darah rendah, kerusakan pada paru-paru kehilangan napas, hingga gagal napas yang berujung pada kematian.
Tindakan pertolongan yang dapat dilakukan saat seseorang tidak sengaja menelan sianida yakni jangan mencoba meminum sesuatu dan jangan mencoba membuat diri muntah. Sementara jika sianida melekat pada tubuh atau pakaian, segera lepaskan dan masukkan ke dalam kantong plastik tertutup dan berikan lapisan kedua.
Zat kimia jenis sianida sendiri mudah didapat bila berasal dari bahan-bahan rumah tangga seperti pestisida, racun tikus dan ikan, potas serta bahan untuk menyepuh emas. Racun ini juga sangat mudah didapatkan secara online tanpa memerlukan resep dokter.
Baca Juga:Top 5 SuaraJogja: Deklarasi Partai Ummat, Identitas Pemberi Sate Beracun
"Jika racun sianida tertelan, pasien akan diberikan arang aktif yang dapat menyerap racun, agar tubuh dapat bersih dari sianida dengan aman," katanya.
Paparan sianida dapat mempengaruhi asupan oksigen pasien, sehingga dokter akan memberikan alat bantuan pernapasan berupa masker atau tabuh endotrakeal. Pada kasus sianida yang parah, dokter akan memberikan salah satu dari dua penawar sianida. Antidot sianida sendiri terdiri dari tiga jenis yaitu amil nitrit, natrium nitrit, dan natrium tiosulfat.