alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Lagu Indonesia Raya Diputar di Pasar Beringharjo, Welas Sempat Lupa Lirik

Galih Priatmojo Kamis, 20 Mei 2021 | 13:28 WIB

Lagu Indonesia Raya Diputar di Pasar Beringharjo, Welas Sempat Lupa Lirik
Para pedagang Pasar Beringharjo melakukan sikap sempurna dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Kamis (20/5/2021). [Kontributor / Putu Ayu Palupi]

Ribuan pedagang Pasar Beringharjo ikut melantunkan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

SuaraJogja.id - Lagu kebangsaan Indonesia Raya mulai dikumandangkan di DIY, Kamis (20/05/2021) dalam peluncuran Gerakan “Indonesia Raya Bergema”. Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, lebih dari 1.000 pedagang Pasar Beringharjo ikut menyanyikan lagu ini sekitar pukul 10.00 WIB, berbarengan dengan instansi lain di kabupaten/kota di DIY.

Saat lagu kebangsaan tersebut mulai dikumandangkan, para pedagang pasar bersama sejumlah seniman dan pengunjung mengambil sikap sempurna. Mereka ikut menyanyikan lagu ciptaan WR Supratman tersebut di los-los jualannya.

Meski bersemangat, sebagian pedagang mengaku tidak hapal lagi lagu Indonesia Raya. Sebab mereka hanya menyanyikannya pada saat hari tertentu seperti setiap peringatan HUT RI yang digelar setiap tahun.

"Saya sama teman-teman pedagang lain kan ada yang tidak hapal lagu ini. Udah jarang nyanyi, cuma pas ikut acara hut RI di kampung," ujar Welas Asih, salah seorang pedagang batik di los bagian barat.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Dukung Gubernur DIY Nyanyikan Indonesia Raya di Harkitnas

Wanita 38 tahun tersebut mengaku sempat berlatih menyanyi sesaat sebelum diberlakukannya kebijakan menyanyikan lagu Indonesia Raya bagi warga DIY. Dia berlatih bersama pedagang pasar lain.

"Kalau bersama-sama kan jadi hapal. Semoga [kebijakan] ini bisa dijalankan dengan baik kalau memang untuk [meningkatkan rasa] nasionalisme," ungkapnya.

Ketua Paguyuban Adem Ayem Pasar Beringharjo, Bintoro mengungkapkan meski masih perlu sosialisasi, para pedagang tidak merasa keberatan untuk menyanyikan lagu nasional tersebut setiap harinya. Ada sekitar 1.400 pedagang yang setiap harinya berakitivitas di pasar tersebut.

"Ini sebagai satu wujud kita warga indonesia mencintai NKRI sampai kapanpun juga. Harapan kami bisa sampai kapanpun," paparnya.

Sementara Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan Yogyakarta mengungkapkan pencanangan Gerakan “Indonesia Raya Bergema”  diharapkan membangunkan semangat kebangsaan Indonesia. Dengan demikian Pancasila tidak cukup hanya dengan menggelorakan “Ikrar”, tetapi  diamalkan dalam sendi kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Jepang Pernah Putar Lagu Indonesia Raya Tiap Hari Jauh Sebelum Digagas DIY

"Demikian juga, kita tidak cukup hanya dengan meneriakkan slogan Pancasila sudah final atau NKRI harga mati saja. Dan kesemuanya akan tinggal sebagai wacana belaka, jika masyarakat hanya menggantungkan diri pada pemerintah, tanpa prakarsa sendiri," tandasnya. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait