“Karena kami ingin berkembang, kami membuka lokasi parkir. Bagi wisatawan cukup membayar seikhlasnya. Nah pertama kali hasil parkir sebesar Rp70 ribu itu kami bayarkan untuk melunasi hutang,” kata Titik sambil tertawa kecil.
Tidak hanya parkir, warga lain yang ingin berjualan dibebankan untuk membayar retribusi sebesar Rp5 ribu setiap hari. Hasilnya digunakan untuk mengembangkan pasar tersebut.
Titik yang melihat peluang lain juga memanfaatkan aliran sungai Kaligawe. Setelah membangun lapak dan juga tempat makan untuk pelanggan, pihaknya membuat wisata dahar keceh.
“Jadi kami berikan sensasi menikmati makanan sambil bermain di sungai maka dinamakan dahar keceh (basah). Kebetulan sungai di pinggir Pasar Kebon Empring ini tenang dan dangkal. Meja dan kursi kami buat dan diletakkan di atas air,” katanya.
Baca Juga:Hingga 25 Mei 2021, Vaksinasi Dosis 2 di Bantul Capai 42 Ribuan Orang
Ia menjelaskan jika wisatawan banyak yang tertarik untuk menikmati wisata dahar keceh itu. Bahkan ada yang mengantri untuk bisa berada di tengah sungai itu.
Terdapat 32 lapak pedagang yang ada di pasar setempat. Kebon Empring sendiri menyediakan hampir 120 menu makanan, mulai dari Sate Jamur, Sate Kere, Nasi Padang, Bakmi dan makanan lainnya.
![Sejumlah wisatawan menikmati suasana liburan di destinasi wisata Pasar Kebon Empring, Padukuhan Bintaran Wetan, Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Bantul, Rabu (26/5/2021). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]](https://media.suara.com/pictures/original/2021/05/26/73000-destinasi-wisata-di-bantul.jpg)
“Minuman juga ada wedang uwuh dan minuman hangat lainnya,” jelas Titik.
Destinasi sendiri dibuka mulai pukul 09.00-17.00 wib. Pada hari Minggu dibuka sejak pukul 07.00-17.00 wib.
Titik tak menampik saat Pandemi Covid-19 pedagang dan pengelola terkena dampaknya. Namun Pemerintah yang kembali memberi kelonggaran, ekonomi warga mulai kembali stabil.
Baca Juga:Edarkan Uang Palsu di Pasar di Bantul, Pelaku Sasar Pedagang Sepuh
“Setiap minggu biasanya ada sekitar 5.000 kunjungan. Perbulan bisa mencapai 12 ribu orang,” katanya.