Pengunjung Masih Sepi, Pemilik Warung di Tebing Breksi Pilih Tidak Buka Setiap Hari

Destinasi wisata Tebing Breksi masih sepi pengunjung

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Minggu, 06 Juni 2021 | 19:10 WIB
Pengunjung Masih Sepi, Pemilik Warung di Tebing Breksi Pilih Tidak Buka Setiap Hari
Suasana di Taman Wisata Tebing Breksi, Minggu (6/6/2021). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

SuaraJogja.id - Masih minimnya kunjungan yang masuk ke destinasi wisata Tebing Breksi membuat pedagang makanan yang ada di lokasi tersebut ikut terdampak. Hingga kini tidak jarang sejumlah pedagang memilih untuk tidak membuka warungnya setiap saat.

Pengelola Tebing Wisata Breksi, Suharno mengakui dampak sepinya kunjungan wisatawan memang cukup terasa. Tidak hanya bagi pengelola tapi juga bagi para pedagang yang membuka warung di sekitar lokasi Tebing Breksi.

Bagaimana tidak, sejumlah warung bahkan memilih untuk tidak berjualan beberapa waktu akibat sepinya kunjungan. Beberapa warung memilih untuk lebih selektif dalam membuka warungnya.

"Bukan ada lagi tapi banyak pedagang yang memilih tidak berjualan," kata Suharno saat ditemui awak media, Minggu (6/6/2021).

Baca Juga:Belum Rekrut Pemain Asing, PSS Sleman Tunggu Regulasi Resmi

Suharno menyebut setidaknya terdapat 40-50 lapak yang ada di Tebing Breksi. Dari jumlah tersebut tidak semua pedagang memilih untuk setiap hari membuka lapaknya.

Menurutnya selain kunjungan wisatawan yang masih minim. Daya beli masyarakat atau wisatawan yang datang tidak sebesar dulu di saat normal.

Pasalnya tidak jarang ditemui banyak wisatawan yang lebih memilih untuk membawa bekal makanan tersendiri dari rumah ketimbang harus mengeluarkan uang untuk jajan di tempat wisatawan.

"Selama pandemi meskipun udah buka dan wisatawan sudah ada tapi memilih membawa makanan sendiri-sendiri. Jadi itu kadang juga banyak yang tidak laku," tuturnya.

Dikatakan, Suharno, pedagang yang mayoritas berasal dari warga sekitar itu memilih melihat terlebih dulu potensi kunjungan wisatawan yang datang pada waktu tertentu. Misalnya saja pada akhir pekan yang lebih banyak mendatangkan pengunjung dibanding hari biasa.

Baca Juga:1.140 Calon Jamaah Haji di Sleman Gagal Berangkat Tahun Ini, Masa Tunggu Menjadi 31 Tahun

"Ini ada yang buka baru 2 minggu. Ada yang bukanya hanya sabtu minggu. Ada yang setiap hari tapi ada juga yang tidak setiap hari buka," ungkapnya.

Kendati begitu pihak pengelola tetap melakukan pengawasan terkait dengan dagangan yang ada di wilayah Tebing Breksi. Pihaknya tidak ingin kejadian curhatan wisatawan yang akhirnya viral terjadi lagi.

Salah satu yang dilakukan adalah terkait dengan koordinasi yang baik di semua lini. Khususnya antara pengelola hingga penjual makanan yang ada di lokasi tersebut.

"Mengantisipasi hal semacam itu, kalau dari pengelola sudah ada aturannya sendiri. Misal harga makanan itu harus standar, di depan ada menu dan harga," tuturnya.

Pemberian menu dan harga di setiap warung itu guna mengantisipasi keluhan wisatawan terkait harga yang kadang tidak transparan hingga terkesan 'nuthuk' bagi yang membeli.

Sebagai langkah tegas, kata Suharno, pihaknya juga telah menyiapkan petugas keamanan. Nantinya bagi wisatawan yang mengalami kejadian kurang menyenangkan atau tidak sesuai dengan aturan yang ada bisa langsung melapor.

Sementara itu salah satu pedagang di Tebing Breksi, Tri Lestari mengaku tetap membuka warungnya setiap hari. Meskipun memang tidak dipungkiri pengunjung masih tergolong minim.

"Ini tergolong ramai sih. Iya biasanya sabtu-minggu lumayan ramai," ujar Tri.

Ramainya kunjungan itu, kata Tri, bisa dilihat dari banyaknya bus yang datang. Jika hari biasa selain akhir pekan hanya ada 1-2 bus yang parkir di depan warungnya.

"Kalau warung ini buka setiap hari. Ini ya lumayan ramai kalau hari biasa cuma 1-2 bus aja," tuturnya.

Salah satu pengunjung Tebing Breksi, Tika menyebut jumlah wisatawan yang berkunjung ke Tebing Breksi memang terlihat masih belum sebanyak saat normal. Perempuan asal Klaten itu mengaku sudah beberapa kali ke Tebing Breksi untuk sekadar refreshing saja.

"Ini masih sepi ya keliatannya. Kalau dulu saat normal sebelum pandemi juga pernah ke sini dan lebih ramai sih dibanding sekarang," kata Tika.

Tika sendiri mengaku tidak terlalu mengandalkan warung-warung yang ada di tempat wisata untuk mengisi perutnya. Ia memilih mempersiapkan sendiri bekalnya sebelum berkunjung ke tempat wisata.

"Kalau jajanan kayak makanan dan minum itu biasanya bawa sendiri kebetulan. Jadi emang kalau di tempat wisata gini jarang banget beli di warung," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak