SuaraJogja.id - Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih terus berlangsung. Meski belum kembali terlihat mengeluarkan awan panas guguran, luncuran lava masih terus terjadi.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, mengatakan dalam periode pengamatan Senin (7/6/2021) pukul 00.00 WIB - 06.00 WIB teramati sejumlah guguran lava dari puncak Merapi. Seluruh guguran lava itu masih menuju ke arah barat daya.
"Teramati 7 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter ke arah barat daya," ujar Hanik dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/6/2021).
Dalam periode pengamatan enam jam tersebut visual Gunung Merapi juga terlihat jelas. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 30 meter di atas puncak kawah.
Baca Juga:Dispar Sleman: Boleh Pakai Kendaraan Pribadi ke Petilasan Mbah Maridjan, Ini Syaratnya
Meski belum terlihat kembali luncuran awan panas guguran dalam periode tersebut. Namun sejumlah kegempaan juga masih terus terjadi dari Gunung Merapi.
"Mulai dari kegempaan guguran sebanyak 34 kali, hembusan sebanyak 2 kali dan hybrid atau fase banyak sejumlah 5 kali," ujarnya.
Sementara itu dalam periode pengamatan terbaru atau tepatnya pada Minggu (6/6/2021) pukul 00.00 WIB - 24.00 WIB sempat teramati adanya luncuran awan panas guguran yang muncul.
"Teramati 2 kali awan panas guguran dengan jarak luncur 1.200 - 1.600 meter mengarah ke barat daya," ungkapnya.
Kemunculan awan panas itu juga dibarengan dengan sejumlah guguran lava. Teramati guguran lava pijar sebanyak 5 kali dengan jarak luncur maksimal 1.000 meter ke arah barat daya
Baca Juga:Awan Panas Gunung Merapi Meluncur Sejauh 1,5 Km ke Barat Daya Jumat Dini Hari
Kegempaan di Gunung Merapi juga masih terus terjadi pada periode tersebut.
- 1
- 2