alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bahas Inpres Nomor Tahun 3 2019 di Yogyakarta, Pembinaan Usia Muda Jadi Fokus Utama

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Ronald Seger Prabowo Sabtu, 12 Juni 2021 | 13:05 WIB

Bahas Inpres Nomor Tahun 3 2019 di Yogyakarta, Pembinaan Usia Muda Jadi Fokus Utama
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar acara Sosialisasi Inpres Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepak Bolaan Nasional di Yogyakarta di Royal Ambarrukmo Hotel, Yogyakarta, Jumat-Sabtu (11-12/6/2021). - (Suara.com/Ronald Seger)

Zainudin menegaskan, bergulirnya kompetisi berjenjang kelompok usia mulai bawah hingga menuju level junior jadi perhatian penuh pemerintah bersama PSSI.

SuaraJogja.id - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar acara Sosialisasi Inpres Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepak Bolaan Nasional di Yogyakarta di Royal Ambarrukmo Hotel, Yogyakarta, Jumat-Sabtu (11-12/6/2021).

Hadir langsung dalam acara itu, Menpora Zainudin Amali, Wakil Ketua Umum PSSI iwan Budianto, serta perwakilan Asosiasi Provinsi (Asprov) maupun Asosiasi Kabupaten/Kota (Askot) PSSI di DIY-Jawa Tengah.

Dalam penerapan Inpres itu, Zainudin menegaskan, bergulirnya kompetisi berjenjang kelompok usia mulai bawah hingga menuju level junior jadi perhatian penuh pemerintah bersama PSSI.

"Dalam Inpres itu, yang menjadi perhatian salah satunya pembinaan usia dini secara berjenjang. Itu jadi salah satu fokus utama," kata Zainudin kepada wartawan.

Baca Juga: PSSI: Dokumen Alih Status Pemain Persib Ezra Walian Diproses FIFA

Untuk itu, dirinya menegaskan jika pihaknya akan mempercayakan implementasi Inpres tersebut kepada federasi, termasuk implementasi sepak bola usia dini.

"Untuk teknisnya nanti seperti apa,menjadi kewenangan PSSI. Kami akan mendukung bahwa satu tugas itu bisa dilakukan dengan baik," paparnya.

Menpora mengungkap tahun ini pihaknya melakukan koordinasi serius dengan seluruh stakeholder sepakbola di Indonesia untuk mempercepat pembangunan sepakbola. Menurut dia, sinergi yang tercipta diharapkan bisa memaksimalkan butir-butir amanat dalam Inpres tersebut.

“Kami berharap dari pertemuan ini muncul masukan yang bagus dari tingkat provinsi dan kabupaten. Harapannya sinergi terbangun baik dan apa yang dicita-citakan Pak Presiden (Jokowi) bisa terwujud. Kita punya target Olimpiade 2032 karena Indonesia ingin jadi tuan rumah dan sepakbola jadi salah satu cabang olahraga yang ditargetkan mengingat ini digemari masyarakat,” ungkapnya.

Kemenpora menyatakan menyerahkan seluruh peta langkah kepada PSSI selaku federasi. Namun kementrian akan membantu secara lebih detail terkait koordinasi antar lembaga dan dukungan infrastruktur serta pendanaan yang diperlukan.

Baca Juga: PSSI Tak Mengakui Klub Atta Halilintar AHHA PS Pati

“Kita diskusi dengan Kemendikbud juga Kemendagri. Teknis dijalankan federasi tapi dukungan agar kelembagaan maksimal jadi tugas kami. Semoga akan jalan karena sebelumnya Kemenpora jalan sendiri, PSSI juga sendiri. Kita mulai sekarang,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto menyambut baik perhatian khusus yang diberikan kepada sepak bola usia muda.

Dia memaparkan, PSSI mengajukan pembinaan pemain di usia sekolah yang nantinya disinergikan dengan turnamen tahunan yang sudah ada, yaitu Piala Soeratin.

"Usulan dari PSSI ialah menggelar kompetisi yang ujungnya nanti akan disambut oleh turnamen usia dini yang digelar setiap tahun, yakni Piala Soeratin U-17 dan U-19," pungkas Iwan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait