Sempat Viral, Penolak Pemakaman Jenazah Eks Danramil Ponjong Akhirnya Minta Maaf

penolak pemakaman telah melakukan mediasi dengan pihak keluarga mantan Danramil Ponjong.

Galih Priatmojo
Minggu, 13 Juni 2021 | 13:58 WIB
Sempat Viral, Penolak Pemakaman Jenazah Eks Danramil Ponjong Akhirnya Minta Maaf
Mediasi terkait penolakan warga yang takut Covid-19 terhadap pemakaman jenazah mantan Danramil Ponjong, Gunungkidul, Minggu (13/6/2021). [istimewa]

"Penolakan ini kemungkinan karena kurangnya pemahaman mereka terkait dengan covid dan aturan yang berlaku. Mudah-mudahan tidak terulang lagi dengan adanya peristiwa ini,katanya. 

Ciptadi menjelaskan peristiwa itu terjadi ketika S, mantan Danramil meninggal di Rumah Sakit dengan status terkonfirmasi positif covid-19. Atas kejadian tersebut, pihak keluarga berencana untuk memakamkan jenazah di TPU Trengguno Lor yang merupakan tanah kelahirannya. 

Namun ketika tenaga pembuat liang lahat melaksanakan tugasnya, dua orang warga setempat yaitu Rohmadi dan Sudiro yang mengaku sebagai tokoh karang taruna dan juga Ketua RT setempat mendatangi mereka dan meminta mereka menghentikan aktivitasnya. 

"Mereka menolak pemakaman jenazah dengan alasan takut virus covid-19,"paparnya.

Baca Juga:Top 5 SuaraJogja: Penjual Cilok Cantik Gunungkidul Tak Pamit Tinggalkan Suami

Selaku Lurah Ngeposari, ia langsung mengambil tindakan dengan mengambil keputusan almarhum dimakamkan di  Kalurahan Ngeposari. Hingga akhirnya ia mendapatkan lokasi pemakaman di Tempat Pemakaman Umum Kalangbangi Kalurahan Ngeposari Semanu.

Menantu S, Muh Roni dalam mediasi tersebut mengatakan sebenarnya kedua orang tersebut bisa diproses hukum karena menyebarkan berita bohong. Namun pihak keluarga sudah memaafkan keduanya dan berharap terulang kembali di kemudian hari.

"Cukup keluarga kami yang merasakannya. Jangan sampai ada keluarga lain yang juga mengalami hal yang sama,"harapnya.

Kontributor : Julianto

Baca Juga:Wawancara Bupati Gunungkidul Sunaryanta: Fokus UMKM dan Pariwisata

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak