facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Akibat Virus Corona Varian Delta, Wilayah Ini Alami Peningkatan Kasus 20 Persen

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni Jum'at, 25 Juni 2021 | 13:26 WIB

Akibat Virus Corona Varian Delta, Wilayah Ini Alami Peningkatan Kasus 20 Persen
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Tingkat kasus infeksi virus corona Covid-19 di beberapa wilayah mengalami peningkatan 20 persen.

SuaraJogja.id - Virus corona varian Delta telah terdeteksi di 25 wilayah. Sebanyak 7 wilayah mengalami peningkatan kasus virus corona Covid-19 sebesar 20 persen dalam seminggu.

Sebelumnya, virus corona varian Delta ini ditemukan di India dan sekarang menjadi varian paling dominan di Inggris. Aplikadi Studi Gejala ZOE pun merilis data mengenai gejala baru yang dialami pasien positif.

Kemudian dilansir dari The Sun, mereka menerbitkan daftar wilayah yang mengalami peningkatan kasus virus corona Covid-19 ketika varian Delta ini menyebar di seluruh dunia.

Dalam hal ini, Cornwall, Inggris tidak masuk dalam daftar wilayah yang dipantau kasusnya. Tapi, Cornwall disebut sebagai wilayah yang mengalami peningkatan kasus virus corona Covid-19 cukup signifikan oleh para ahli.

Baca Juga: Kenali Gejalanya, Berikut Peta Sebaran Varian Delta Virus Corona di Indonesia

Kasus infeksi virus corona Covid-19 di Cornwall meningkat dua kali lipat dalam seminggu, yang artinya sekitar 148 kasus infeksi virus corona per 100 ribu orang.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Data terbaru hingga 19 Juni 2021 juga menunjukkan Nottingham dalam daftar wilayah yang dipantau dengan peningkatan kasus virus corona. Wilayah tersebut mengalami peningkatan kasus virus corona sekitar 752 kasus per 100 ribu orang.

Sejumlah wilayah di Skotlandia juga masuk dalam daftar tempat yang dipantau, setelah kasus infeksi virus corona Covid-19 di berbagai wilayah mengalami lonjakan signifikan.

Sementara itu, Liverpool juga masih dalam dafar wilayah yang dipantau dengan tingkat infeksi virus corona tertinggi, yakni sekitar 1.710 kasus infeksi per 100 ribunya. Tetapi, wilayah itu tidak mengalami peningkatan kasus virus corona dalam seminggu terakhir.

Menurut Tim Spector OBE, ilmuwan Utama di aplikasi ZOE Covid Study dan Profesor Epidemiologi Genetik di King's College London, mengatakan peningkatan kasus virus corona di sejumlah wilayah ini mungkin dipengaruhi oleh faktor liburan. Jadi, masuknya wisatawan secara bebas membuat beberapa wilayah mengalami peningkatan kasus virus corona Covid-19.

Baca Juga: Studi: Serbuk Sari dari Tumbuhan Tingkatkan Penyebaran Virus Corona

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait