alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dalam Sebulan, 417 Orang di DIY Meninggal Dunia Saat Jalani Isoman di Rumah

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana Jum'at, 23 Juli 2021 | 14:13 WIB

Dalam Sebulan, 417 Orang di DIY Meninggal Dunia Saat Jalani Isoman di Rumah
Ilustrasi Isolasi Mandiri (Shutterstock)

ratusan orang di DIY meninggal saat isoman

SuaraJogja.id - Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC BPBD) DIY menyatakan sebanyak 417 warga Daerah Istemewa Yogyakarta (DIY) meninggal dunia saat tengah menjalani isolasi mandiri (isoman) dalam periode sebulan terakhir. Angka tersebut terhitung mulai tanggal 21 Juni hingga 21 Juli 2021 kemarin.

Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Komandan TRC BPBD DIY Indrayanto saat dikonfirmasi awak media, Jumat (23/7/2021).

"Catatan yang kami tulis ini hanya berlaku positif antigen atau pun PCR. Baik dia diswab sebelum meninggal hasilnya positif atau pascameninggal diswab hasilnya positif," kata Indrayanto saat ditemui wartawan di Kantor BPBD DIY, Jumat (23/7/2021).

Indra mengatakan 417 orang yang dinyatakan meninggal dalam kurun waktu sebulan tersebut memang belum mendapat penanganan dari rumah sakit. Bahkan tidak hanya orang yang sedang dalam berada di rumah saja yang masuk dalam data tersebut.

Baca Juga: Potong 85 Hewan Kurban, Pertamina Sebar 8.026 Paket Daging di Wilayah Operasi Jateng & DIY

Termasuk pula ada sejumlah orang yang meninggal saat hendak mencari pertolongan lebih lanjut ke rumah sakit. Seperti meninggal saat di mobil atau di dalam ambulans saat perjalanan.

"Untuk meninggal dunia yang isoman ini kami artikan bahwa dia belum masuk rumah sakit. Baik itu dia meninggal di depan rumah sakit saat menunggu, itu kami anggap isoman. Tapi kebanyakan meninggalnya di rumah, kalau yang meninggal saat proses nyari rumah sakit ya juga ada," paparnya.

Indra tidak menampik bahwa sejumlah keterangan yang dihimpun dari pihak keluarga pasien. Ada cukup banyak dari pasien meninggal tersebut memang sebelumnya diberi opsi menjalani isoman.

Hal tersebut dipastikan dengan banyaknya pelaku isoman yang meninggal itu hanya didiagnosa dengan gejala ringan hingga sedang saja.

"Sudah bisa dipastikan bahwa yang isoman di rumah itu diagnosanya ringan-sedang," ungkapnya.

Baca Juga: Muncul Kasus Kematian Covid-19 Saat Isoman, BPBD DIY Buka Layanan Pemulasaraan Jenazah

Indra menilai sudah sebaiknya para pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 lebih didorong untuk menuju ke selter. Ketimbang hanya diberi opsi menjalani isolasi mandiri di rumah.

"Jadi memang dari puskesmas atau petugas rumah sakit yang beberapa kali saya temui. Pasien itu ditawari apakah akan isolasi mandiri di rumah atau di shelter tapi tidak didorong. Harusnya [didorong] harus ke shelter," tegasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait