Teror Binatang Buas Hantui Warga Purwodadi, 11 Kambing Mati Kehabisan Darah

warga di Kalurahan Purwodadi tengah menghadapi teror binatang buas.

Galih Priatmojo
Minggu, 08 Agustus 2021 | 16:30 WIB
Teror Binatang Buas Hantui Warga Purwodadi, 11 Kambing Mati Kehabisan Darah
Ilustrasi kambing yang mati diduga diserang binatang buas

SuaraJogja.id - Warga Kalurahan Purwodadi Kapanewon Tepus Gunungkidul kini tengah bingung bagaimana menghadapi teror binatang buas yang menyerang ternak dan tanaman pangan mereka. Belasan kambing mati diserang binatang misterius.

Ulu-ulu Kalurahan Purwodadi, Suroyo mengakui pada puncak musim kemarau kali ini masyarakat Kelurahan Purwodadi tengah dihantui serangan binatang buas. Kontur wilayah Kelurahan Purwodadi yang berbukit-bukit menjadi tempat strategis persembunyian binatang buas.

Di masa sulit pangan akibat musim kemarau yang melanda kawasan Kapanewon Tepus saat ini, binatang buas tersebut akhirnya merangsek ke ladang milik warga. Padahal warga banyak membangun kandang ternak mereka di ladang yang letaknya jauh dari pemukiman.

"Kalau ternak itu diletakkan di ladang biar tidak repot membawa pakannya,"ujar dia, Minggu (8/8/2021).

Baca Juga:Tanaman Tembakau di Gunungkidul Rusak Akibat Guyuran Hujan, Hasil Panen Anjlok 50 Persen

Karena minimnya pengawasan maka banyak binatang buas yang menyerang ternak sama mereka. Setidaknya ada 11 kambing mati mendadak dengan luka bekas gigitan. Kambing-kambing tersebut diduga mati karena kehabisan darah usai darahnya dihisap binatang misterius.

Karena serangan binatang buas telah mengakibatkan belasan kambing mati, warga kemudian ramai-ramai mengandangkan karena mereka di dekat rumah masing-masing. Harapannya warga akan semakin mudah melakukan pengawasan sehingga tidak ada lagi kambing yang mati diserang oleh binatang misterius.

"Ciri-cirinya sama, ada bekas gigitan di leher dan perut,"paparnya.

Lurah Purwodadi, Sagiyanto menambahkan selain disibukkan dengan teror binatang buas yang mengakibatkan belasan kambing mati mendadak para petani juga kini tengah pusing menghadapi serangan kera ekor panjang. Karena tak hanya menyerang tanaman pangan mereka, kera kera tersebut juga sudah merangsek ke pemukiman.

Warga atau petani sendiri tidak berani melakukan perburuan terhadap kera ekor panjang karena binatang tersebut ternyata masuk dalam kategori dilindungi. Petani hanya berupaya keras agar binatang-binatang tersebut tidak masuk ke ladang ataupun pemukiman.

Baca Juga:Marak Aksi Gendam pada Lansia di Gunungkidul, 2 Hari Terakhir Pelaku Beraksi di 3 Lokasi

"Ada yang dengan cara ronda ataupun pasang jaring. Tapi karena jumlahhya banyak, kaki kuwalahan,"tambahnya.

Pemerintah kelurahan sendiri telah berupaya melakukan koordinasi kepada Balai konservasi sumber daya alam (BKSDA) untuk mendapatkan izin agar bisa mengurangi populasi kera ekor panjang tersebut. Namun surat yang mereka layangkan ke lembaga tersebut belum mendapat respon.

Kontributor : Julianto

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak