alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Marak Aksi Gendam pada Lansia di Gunungkidul, 2 Hari Terakhir Pelaku Beraksi di 3 Lokasi

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana Selasa, 03 Agustus 2021 | 21:40 WIB

Marak Aksi Gendam pada Lansia di Gunungkidul, 2 Hari Terakhir Pelaku Beraksi di 3 Lokasi
Sukiyem (kanan), korban gendam di Gunungkidul, didampingi suami dan menantunya - (Kontributor SuaraJogja.id/Julianto)

Modus dan sasaran yang digunakan pelaku adalah mengaku sebagai petugas kecamatan yang akan memberikan bantuan Covid-19.

SuaraJogja.id - Aksi gendam atau hipnotis terus terjadi di wilayah Gunungkidul. Dalam dua hari terakhir, ada tiga orang lansia yang menjadi korban namun satu orang berhasil selamat karena pelaku tidak berhasil memperdayanya.

Selasa (3/8/2021) pagi, Sukiyem (71) warga Padukuhan Bogor 2 Kalurahan/Kapanewon Playen menjadi korban aksi hipnotis oleh lelaki muda yang belum dikenalnya. Akibat aksi tersebut, wanita renta ini terpaksa kehilangan perhiasan kalung emas seberat 8 gram dengan bandul seberat 2 gram yang ia kenakan.

Wanita ini dengan sukarela memberikan kalung emas tersebut kepada pelaku meskipun sebelumnya tidak ia kenal. Nenek ini mengaku tidak sadar jika pelaku mencopot perhiasan yang dikenakannya dan akhirnya membawanya pergi.

"Mboten ngertos, kok kulo purun kalung kulo dicopot," ujar Sukiyem, Selasa (3/8/2021) di rumahnya.

Baca Juga: 5 Cara Menjaga Kesehatan Lansia di Masa Pandemi Covid-19

Aksi gendam tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, Sukiyem mengaku tengah mencuci piring di dapur rumahnya. Tiba-tiba ia mendengar ada seseorang yang mengetuk pintu dan mengucap salam. Namun suara tersebut tidak terlalu terdengar.

Saat itu, suaminya berada di dalam kamar bagian belakang. Setelah tidak ia hiraukan, lelaki tak dikenal tersebut kembali mengetuk pintu, dan wanita inipun akhirnya keluar rumah untuk menemui lelaki tersebut.

"Orangnya masih muda dan perawakannya tinggi," paparnya.

Lelaki tersebut langsung bertanya dengan siapa dirinya saat itu. Sukiyem langsung menjawab hanya bersama suaminya, Suyut karena semua anaknya telah bekerja dan merantau ke kota lain. Sehari-hari mereka tinggal berdua meskipun di samping rumah juga ada anak bersama menantu yang merawat keduanya.

Beberapa saat kemudian, lelaki tak dikenal tersebut mengaku berasal dari Kecamatan dan akan memberikan bantuan Covid-19. Kemudian entah dengan dalih yang tidak diketahui wanita itu, tiba-tiba lelaki tak dikenal tersebut mencopot kalung yang dikenakannya.

Baca Juga: Stok Vaksin di Gunungkidul Habis, Hanya Cukup untuk Pekan Ini Saja

"Kalung itu mau dibawa ke kecamatan. Katanya mau diukur," tuturnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait