Setelah mendapatkan kalung tersebut, lelaki itu langsung pamit. Sukiyem baru sadar menjadi korban penipuan setelah ada seorang tukang sayur yang kebetulan melintas memberitahu dirinya jika hal itu merupakan penipuan.
Kapolsek Playen AKP Hajar Wahyudi langsung menuju ke lokasi kejadian usai mendapatkan laporan. Saat mendatangi kediaman korban, Hajar langsung menyerahkan bantuan beras seberat 10 kilogram untuk sekedar menghibur korban.
Hajar mengakui, aksi gendam atau hipnotis dengan sasaran lansia memang marak terjadi di Gunungkidul belakangan ini. Modus dan sasaran yang digunakan pelaku adalah mengaku sebagai petugas kecamatan yang akan memberikan bantuan Covid-19.
"Hari ini, Selasa itu ada dua lokasi. Yang satu pelaku tidak berhasil menggondol perhiasan. Karena saat menemui pelaku, korban tidak mengenakan perhiasan," terangnya.
Baca Juga:5 Cara Menjaga Kesehatan Lansia di Masa Pandemi Covid-19
Di wilayah Playen, sebenarnya ada empat lokasi aksi gendam, hari ini dua lokasi. Dan beberapa waktu laku ada dua lokasi yaitu di Kalurahan Ngawu dan Dengok namun yang berhasil dikelabui hanya di Kalurahan Ngawu.
Aksi Gendam Di Wonosari, Lansia Juga Kehilangan Perhiasan 2 Cincin
Aksi gendam juga terjadi di Dusun Dunggubah I, Kalurahan Duwet Kapanewon Wonosari pada tanggal Senin (2/8/2021) pagi sekitar pukul 09.30 WIB. Jilah, perempuan, berumur 75 tahun didatangi seorang laki-laki.
"Lelaki itu mengaku petugas dari kecamatan yang akan mendata bantuan untuk warga dan meminta saya untuk melepas cincin yang dipakai korban. Cincin itu bilang akan digantikan bantuan," ujar Jilah.
Kontributor : Julianto
Baca Juga:Stok Vaksin di Gunungkidul Habis, Hanya Cukup untuk Pekan Ini Saja