Lebih lanjut, kata Aryanto, kondisi itu sejalan dengan antisipasi yang telah dilakukan dengan ketat juga saat melaksanakan setiap pekerjaannya. Semua ketentuan dalam bekerja pun sudah sesuai dengan aturan dari Pertamina.
"Ya itu karena kita sudah mengantisipasi, misal bagaimana SOP dalam bekerja, kebersihan harus kita jaga dan lainnya," imbuhnya.
Bahkan, dilanjutkan Aryanto, secara rutin para driver tank gas yang akan memasuki depo menjalani pemeriksaan tes PCR atau antigen secara rutin. Hal itu guna memastikan bahwa setiap orang yang bekerja itu benar-benar sehat.
"Jadi apabila ada yang terindikasi terkena diwajibkan untuk istirahat, isoman maupun berobat di rumah sakit. Oleh sebab itu kami mengapresiasi sekali atas bantuan dari Polda DIY dan RS Bhayangkara, sehingga kami bisa melaksanakan vaksinasi ini," tandasnya.
Baca Juga:Dinpar DIY Gelar Vaksin Wisata Bagi 2 Ribu Pelaku Pariwisata dan Industri Jasa Keuangan
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo yang turut hadir meninjau vaksinasi Covid-19 itu mengapresiasi langkah dari Hiswana Migas dalam penyelenggaraan vaksinasi bagi para pekerjanya tersebut.
Menurutnya langkah ini juga sebagai upaya bersama untuk terus memenuhi target vaksinasi di Sleman sebanyak 15 ribu per hari.
"Ini sebenarnya juga untuk membantu kita dalam percepatan vaksinasi sebanyak 15 ribu sehari," ujar Kustini.
Kustini mengakui memang target vaksinasi 15 ribu per hari itu belum tercukupi hingga saat ini. Maka dari itu pihaknya terus mendorong semua elemen masyarakat untuk percepatan vaksinasi Covid-19 di Bumi Sembada.
"Memang belum mencapai itu tapi kami terus berupaya menggerakkan semua lini. Baik itu swasta, pengusaha dan masyarakat. Begitu juga RT RW di puskesmas. Vaksin sudah ada. Tinggal kemauan masyarakat dan keterlibatan semua elemen masyarakat," tandasnya.
Baca Juga:Pengunjung Wajib Bawa Hasil Negatif PCR-Antigen ke Mal, Pengelola: Tunggu Aturan Pemda DIY