alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dinpar DIY Gelar Vaksin Wisata Bagi 2 Ribu Pelaku Pariwisata dan Industri Jasa Keuangan

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana Jum'at, 13 Agustus 2021 | 08:32 WIB

Dinpar DIY Gelar Vaksin Wisata Bagi 2 Ribu Pelaku Pariwisata dan Industri Jasa Keuangan
Vaksin wisata bagi para pelaku pariwisata dan industri jasa keuangan yang bertempat di Sindu Kusuma Edupark (SKE), Kamis (12/8/2021). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

Dinas Pariwisata gelar vaksinasi bagi pelaku pariwisata

SuaraJogja.id - Dinas Pariwisata DIY bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman menyelanggarakan vaksin wisata bagi para pelaku pariwisata dan industri jasa keuangan yang bertempat di Sindu Kusuma Edupark (SKE), Kamis (12/8/2021). SKE sendiri menjadi tempat wisata ke 20 yang menggelar vaksinasi Covid-19.

" Vaksin wisata ini sudah dilaksanakan yang ke 20 dari beberapa seri vaksinasi yang dilaksanakan di destinasi wisata," kata Kepala Dinas Parisiwata DIY, Singgih Raharjo saat ditemui disela meninjau vaksinasi di SKE.

Singgih mengatakan vaksinasi Covid-19 yang digelar di sejumlah destinasi wisata itu bertujuan untuk lebih menarik minat masyarakat. Selain itu sekaligus mempromosikan objek-objek wisata yang ada di DIY.

"Kenapa kita memilih di SKE ini, karena untuk juga sekaligus mempromosikan vaksinasi ini kepada pada para wisatawan," ujarnya.

Baca Juga: Klaim Kasus Covid-19 Mulai Turun, Bupati Sleman Berharap PPKM Tak Diperpanjang Lagi

Dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kali ini, Dinas Pariwisata DIY tidak hanya bekerja sama dengan Pemkab Sleman tetapi juga dengan beberapa instansi terkait lainnya. Termasuk Bank BPD DIY,  Bank Indonesia serta TNI dan Polri yang turut menyediakan vaksin juga tenaga kesehatan.

Singgih menyebut total ada vaksinasi tersebut akan mentargetkan total sebanyak 2.000 vaksin. Dengan estimasi waktu pelaksanaan selama dua hari.

"Target dari vaksinasi kali ini adalah 1.000 untuk para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif serta 1.000 untuk industri jasa keuangan yang akan di bagi menjadi 2 hari," tuturnya.

Ditanya mengenai jumlah keseluruhan pelaku wisata di DIY yang telah divaksin, Singgih mengaku belum bisa memberikan angka pasti. Namun pihaknya hingga saat ini terus mendorong percepatan vaksinasi serta memperluas cakupannya.

"Kalau kita menghitung total berapa memang sulit ya. Tetapi ini adalah bentuk upaya kita untuk lebih memperluas jangkauan, agar lebih mempercepat tercapainya herd immunity, khususnya di bidang pariwisata itu sendiri," terangnya.

Baca Juga: Gandeng Karang Taruna, GKR Indonesia Salurkan Bantuan bagi Warga Isoman di Sleman

Sementara itu Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya untuk menjawab tantangan dari Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi atau Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan yang menargetkan sebanyak 15 ribu vaksin setiap harinya.

"Kita gerakkan semua sektor, tidak hanya sektor pariwisata. Vaksinasi akan dilakukan bagi seluruh sektor sesuai dengan arahan Pak Luhut saat berkunjung ke Sleman lalu yang menargetkan sampai dengan 15.000 vaksin setiap harinya,” ujar Kustini.

Berdasarkan data capaian terbaru, kata Kustini hingga saat ini vaksinasi di Sleman untuk dosis pertama sudah mencapai 45 persen. Sedangkan untuk dosis kedua lebih rendah dengan capaian 21 persen.

Kustini memastikan ketersediaan stok vaksin masih mencukupi kebutuhan di Bumi Sembada. Ia menargetkan vaksinasi di Sleman akan mencapai 90 persen hingga akhir tahun.

"Harapannya bulan November sampai Desember sudah bisa 90 bahkan sampai 100 persen masyarakat di Sleman sudah tervaksin," tandasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait