Sukarno Kamilevich (Sukarno bin Kamil) dan Sukarno Magomedovich (Sukarno bin Muhammad), begitu keduanya diperkenalkan kepada Wahid oleh Ibrahim Abdulaev, Kepala Pusat Nusantara, saat Wahid akan meresmikan pusat studi mengenai Indonesia itu. Ayah mereka, Kamil Sukarnoevich dan Magomed Gashimovich (Muhammad bin Hasim) adalah saudara sepupu.
Kedua anak yang masing-masing berusia 12 dan 10 tahun itu memang sengaja diundang Ibrahim untuk dipertemukan dengan Wahid.
![Presiden RI Sukarno (kedua dari kanan), Sekretaris Jendral Partai Komunis Nikita Khruchev (kedua dari kiri), Ketua Presidium Tertinggi Soviet Leonid Brezhnev (kanan), dan kosmonot legendaris Soviet Yuri Gagarindan di Kremlin, Moskow. [foto tangkapan layar dari id.rbth.com]](https://media.suara.com/pictures/original/2021/08/19/46210-soekarno.jpg)
Ibrahim menceritakan, bahwa penamaan ini adalah warisan kekaguman sang kakek buyut terhadap keteladanan Sukarno, yang ia abadikan dengan menamai keturunanya dan masih terawat hingga kini.
Lebih lanjut, menurut Wahid nama Sukarno ternyata masih banyak dikenal oleh generasi tua hingga saat ini, terutama di kota-kota yang pernah dikunjungi Presiden Sukarno seperti di Moskow, Saint Petersburg, Yekaterinburg, Sochi dan Samarkand yang kini merupakan wilayah Uzbekistan.
Baca Juga:Rusia Dikabarkan Menentang Rencana WHO Untuk Cari Asal-usul Virus Corona
Di Moskow, Sukarno mengunjungi Masjid Agung yang saat itu masih sangat kecil dan fotonya masih tersimpan di salah satu masjid terbesar di Rusia dan di Eropa itu. Di Dalam kunjungannya pada 1956 di Leningrad — kini Sankt Peterburg, Sukarno meminta Nikita Khrushchev agar mengizinkan Masjid Biru yang saat itu difungsikan sebagai gudang dikembalikan fungsinya sebagai tempat ibadah umat Islam.