alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Percepat Vaksinasi untuk Herd Immunity Bangkitkan Pariwisata DIY

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana Selasa, 24 Agustus 2021 | 12:05 WIB

Percepat Vaksinasi untuk Herd Immunity Bangkitkan Pariwisata DIY
Percepatan vaksinasi pada 24 & 25 Agustus 2021 di Sleman City Hall (SCH) - (ist)

Vaksinasi massal ini dilaksanakan untuk 3.000 pekerja pariwisata dan masyarakat sebagai bagian dari semangat agar herd immunity segera terbentuk dan pariwisata segera bangkit.

SuaraJogja.id - Saling bekerja sama, Korem 072 Pamungkas, Kodim 0732/Sleman, Dinkes Sleman, BPD PHRI DIY, DPD Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Jogja, DPD Indonesian General Hotel Manager (IHGM) Jogja, dan Manajemen Sleman City Hall menggelar program percepatan vaksinasi Covid-19 di Sleman City Hall (SCH), Sleman pada 24 & 25 Agustus 2021.

Ketua BPD PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono, didampingi Ketua DPD IHGMA Jogja Herryadi Baiin dan Ketua IHGM Jogja Agus Budiono, mengatakan, vaksinasi massal ini dilaksanakan untuk 3.000 pekerja pariwisata dan masyarakat sebagai bagian dari semangat agar herd immunity segera terbentuk dan pariwisata segera bangkit. 

Disebutkan, herd Immuity adalah ketika sebagian besar populasi kebal terhadap penyakit menular tertentu, sehingga memberikan perlindungan tidak langsung atau kekebalan kelompok bagi mereka yang tidak kebal terhadap penyakit menular tersebut.

Hal ini menjadi salah satu target utama untuk mengendalikan penyebaran virus corona penyebab Covid-19, yang sejak 2020 awal menjadi pandemi dan turut melanda Indonesia.

Baca Juga: Klaim Kepala Dandim Dipukul, Kronologi Versi TNI soal Video Warga Dikeroyok di Buleleng

Untuk mencapai herd immunity tersebut, maka pemerintah melakukan pelaksanaan vaksinasi di berbagai daerah, khususnya yang mempunyai tingkat kasus positif cukup tinggi.

Daerah Istimewa Yogyakarta, yang merupakan provinsi dengan kota budaya dan pariwisata, sangat terdampak dari pandemi Covid-19.

Sudah satu tahun lebih pandemi berlalu, dan hingga kini DIY masih bergumul dengan penularan Covid-19 ini.

Bahkan DIY hingga saat ini masih masuk dalam kategori level 4 dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM ), yang saat ini diterapkan oleh Pemerintah Pusat kepada daerah-daerah di Indonesia.

Beberapa Industri, khususnya pariwisata, yang sangat merasakan dampak dari kebijakan-kebijakan pemerintah, sudah mulai gulung tikar karena tidak mampu lagi melanjutkan usahanya.

Baca Juga: Masyarakat Diminta Siap Hidup Berdampingan dengan Virus Corona

Bahkan ada yang sudah menjual asetnya untuk menutupi biaya-biaya yang sudah tidak mampu dikendalikan karena beban biaya yang tetap harus ditanggung oleh pihak pengusaha, seperti biaya listrik, gaji karyawan, dan biaya operasional lainnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait