SuaraJogja.id - Mural mirip Jokowi terlihat digambar di sebuah tembok tempat pembuangan rongsok di Kalurahan Tembi, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul.
Menanggapi hal itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul, Yulius Suharta mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan terkait mural tersebut. Pihaknya tidak mau gegabah dalam menyikapi mural mirip Presiden Jokowi itu.
"Belum ada laporan, kami akan pantau bagaimana kontennya, apakah aktivitas seni atau berpotensi mengganggu kondusivitas masyarakat," ujarnya kepada SuaraJogja.id, Rabu (1/9/2021).
Jika dianggap berdampak terhadap kondusivitas masyarakat akan ditindaklanjuti. Meski demikian, harus mengkaji bersama lintas sektoral tentang mural itu.
Baca Juga:Mural Kritik di Bogor 'Butuh Sesuap Nasi' Dihapus
"Kami akan berdiskusi lintas sektoral dengsn Polres, Kodim, dan Kesbangpol untuk membahas mural itu," katanya.
Mural sebenarnya tidak dipersoalkan jika tidak mengandung propaganda, provokatif, atau menghina simbol negara seperti presiden.
"Tidak masalah kalau tidak ada konten begitu di gambar muralnya," tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, mural mirip Presiden Jokowi itu digambarkan memakai jas warna hijau dengan celana jins dan bersepatu warna hitam. Di sebelahnya ada sebuah bayangan warna hitam nampak tangannya sedang memegangi kepala mirip Presiden Jokowi.
Sementara di depannya ada seorang anak yang duduk bersandar di pundak orang dewasa. Namun, orang dewasa itu kepalanya seperti menggunakan topeng.
Baca Juga:Viral Mural Kritik di Bogor Barat, Warganet: Semoga Gak Dihapus