Struktur Batuan Diduga Stupa Candi di Gayamharjo Jadi Situs Mataram Kuno Tertinggi Jogja

Hari Wahyudi menyampaikan bahwa bangunan itu diperkirakan berasal dari abad 8 M hingga 10 M.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Kamis, 02 September 2021 | 17:28 WIB
Struktur Batuan Diduga Stupa Candi di Gayamharjo Jadi Situs Mataram Kuno Tertinggi Jogja
Struktur batuan yang diduga sebagai stupa candi di Bukit Mintorogo, Dusun Gayam, Desa Gayamharjo, Prambanan, Sleman - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Selain itu, ia juga masih mencoba mencari jalan purba yang ada untuk menuju ke situs tersebut. Dimungkinkan titik itu terdapat dari arah selatan namun hingga saat ini belum ditemukan lebih jauh lagi.

Hari menyayangkan bahwa kondisi situs diduga stupa candi ini sudah susah untuk dikenali. Akibat runtuhnya sejumlah material dari bangunan diduga stupa candi tersebut.

"Kondisinya saat ini hampir susah dikenali karena sudah teraduk. Jadi kemungkinan dulu ini runtuh, terus sebagian materialnya itu digunakan sebagai pembatas talud. Saya tadi juga melihat ke arah bawah-bawah itu beberapa batu yang kotak itu yang asli dari sini itu sampai jauh ke bawah sana," jelasnya.

Hari menyebut hampir separuh lebih bangunan stupa candi itu sudah hilang dan tidak berbentuk lagi. Seperti bagian anda atau bagian dasar yang berbentuk membulat itu yang kini tidak terlihat lagi.

Baca Juga:Stupa Candi yang Ditemukan di Gayamharjo Kerap Digunakan untuk Bertapa

"Ini hanya sebagian saja yang berbentuk melingkar. Terus bagian harimka yang segi 8 atau segi 4 itu tidak ada, sama bagian yasti yang puncaknya itu yang berbentuk seperti pentungan atau tugu juga hilang," imbuhnya.

Ditanya soal keberadaan arca, Hari menyatakan ada kemungkinan arca itu memang sebelumnya ada di dalam stupa candi itu. Namun bisa juga tidak ada, pihaknya belum bisa memastikan secara pasti.

Ke depan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan warga untuk penataan situs ini. Termasuk juga dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) untuk tindaklanjutnya.

"Kita akan saling koordinasi juga dengan warga sini untuk penatannya gimana nanti. Cuma yang kmaren kan sudah dilakukan peninjauan sama BPCB DIY, untuk tindaklanjutnya mungkin harus ada kajian-kajian lagi apakah tempat ini masih bisa untuk direkonstruksi atau tidak," tandasnya.

Baca Juga:Situs Diduga Stupa Candi di Perbukitan Prambanan Kerap Digunakan untuk Bertapa

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak