6 Fakta Prof Adi Utarini Salah Satu Orang Paling Berpengaruh di Dunia, Kebanggaan Jokowi

Prof Adi Utarini mendapatkan sejumlah penghargaan dan jadi salah satu ilmuwan kebanggaan Jokowi

Galih Priatmojo
Jum'at, 17 September 2021 | 13:08 WIB
6 Fakta Prof Adi Utarini Salah Satu Orang Paling Berpengaruh di Dunia, Kebanggaan Jokowi
Peneliti Utama WMP Yogyakarta, Prof. Adi Utarini saat ditemui di Komplek kampus UGM, Rabu (26/8/2020). [kontributor/uli febriarni]

Menerima Habibie Award 2019

Berkat terobosannya dengan nyamuk berwolbachia, Prof Adi Utarini yang merupakan ketua peneliti World Mosquito Program Yogyakarta dianugerahi Habibie Award 2019 dalam bidang Ilmu Kedokteran.

Award tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas terobosan dan keberhasilan Prof Adi Utarini dalam mencegah salah satu penyakit mematikan di Indonesia yakni DBD.

Selain Prof Adi Utarini ada empat tokoh lainnya dari berbagai disiplin ilmu yang juga mendapatkan Habibie Award 2019. Di antaranya Prof dr Ivandini Tribidasari Anggraningrum di bidang Ilmu Dasar, Prof Tati latifah Erawati Rajab di bidang Ilmu Rekayasa, Prof Eko Prasojo di bidang Ilmu Sosial dan Politik serta Dr I Gusti Ngurah Putu Wijaya dalam bidalng Ilmu Kebudayaan.

Baca Juga:Pangeran Harry dan Meghan Markle Masuk Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia

10 Tokoh Berpengaruh Dunia Sains 2020

Berselang setahun kemudian, tepatnya di akhir tahun 2020, Prof Adi Utarini kembali mendapatkan pengakuan. Kali ini kiprahnya dalam dunia sains diakui oleh jurnal bergengsi Nature.

Jurnal Nature menempatkan Prof Adi Utarini sebagai salah satu dari 10 Tokoh Berpengaruh Dunia Sains 2020.

Nature menyebut ilmuwan yang akrab disapa Uut itu sebagai mosquito commander atau komandan nyamuk, dan memaparkan capaian tim peneliti World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta yang berhasil menurunkan kasus demam berdarah di Kota Yogyakarta sebesar 77 persen.

Hasil ini menuai pujian dari epidemiolog dan dianggap sebagai sebuah kemenangan yang sudah lama ditunggu atas suatu virus yang telah mewabah di banyak negara, terutama di negara-negara berpendapatan rendah di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan.

Baca Juga:Menyebar di 29 Negara, CDC Peringatkan Bahaya Virus West Nile

"impak kepada masyarakat adalah ketika nyamuk di suatu wilayah semua sudah mengandung Wolbachia, maka kemudian ketika nyamuk menggigit, virus tidak ikut berpindah pada manusia," terang Uut.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak