alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jaringan Kabel Laut Putus, Kontes Robot Indonesia Daring Terpaksa Berubah

Galih Priatmojo Kamis, 23 September 2021 | 15:47 WIB

Jaringan Kabel Laut Putus, Kontes Robot Indonesia Daring Terpaksa Berubah
KRI Wilayah secara daring digelar di GSP UGM, Kamis (23/09/2021). [kontributor / Putu Ayu Palupi]

Sebab putusnya jaringan kabel laut beberapa waktu lalu berdampak pada koneksi jaringan antarpulau.

SuaraJogja.id - Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Puspresnas Kemdibud Ristek) kembali menggelar Kompetisi Robot Indonesia (KRI) mulai 22 September hingga 1 Oktober 2021 dengan UGM. Kompetisi secara daring ini diikuti 278 tim robot dari 107 perguruan tinggi (PT) di Indonesia.

Berbeda dari sebelumnya, proses penjurian pada tahun ini mengalami perubahan. Sebab putusnya jaringan kabel laut beberapa waktu lalu berdampak pada koneksi jaringan antarpulau.

"Untuk penilaian dilakukan dengan mengambil rata-rata nilai dari beberapa kali pertandingan. Penjurian ini kita ubah karena takutnya saat tim bermain dapat giliran putus koneksi sehingga diambil beberapa kali pertandingan dan ambil rata-ratanya,” papar salah satu dewan juri KRI, Benyamin Kusumoputro dalam pembukaan KRI di UGM, Kamis (23/09/2021).

Menurut Benjamin pelaksanaan KRI secara daring bukan hal yang mudah. Sebab terdapat ketidaksamaan infrastruktur di setiap wilayah Indonesia.

Baca Juga: Alga Coklat Berpotensi Jadi Antivirus, Ini Penelitian Mahasiswa UGM

Selain persoalan kabel laut yang putus, permasalahan jaringan juga bukan perkara mudah. Misalnya delay jaringan internet di Pulau Jawa biasanya berlangsung 3-5 detik. Sedangkan di luar Pulau Jawa delay terjadi lebih dari 10 detik.

“Perbedaanya kelihatannya sedikit tidak masalah namun dengan kompetisi yang berlangsung secara real time maka perbedaan delay itu jadi persoalan,” tandasnya.

Sementara Koordinator Pokja Dikti Puspresnas, Rizal Alfian mengungkapkan pelaksanaan KRI selama pandemi memang mengalami sejumlah hambatan. Terutama putusnya jaringan internet di laut yang berdampak pada kompetisi secara daring.

"Memang tidak mudah melaksanakan kri selama pandemi," ujarnya.

Rizal berharap kontes robotika tahunan ini bisa meningkatkan minat, ide, serta kreativitas mahasiswa dalam bidang teknologi robotika. Mahasiswa tidak hanya bersemangat mengembangkan robot untuk kontes robot namun juga memberikan solusi terhadap problematika di masyarakat melalui rekayasa robot.

Baca Juga: Soroti Teror Terhadap LBH Yogyakarta, Kriminolog UGM: Pelaku Ingin Tunjukkan Eksistensinya

KRI kali ini dikelompokkan dalam dua bagian seperti KRI Wilayah I dan KRI Wilayah II. KRI Wilayah I diikuti 140 tim mahasiswa dari 54 PT di wilayah Indonesia bagian Barat. Sedangkan KRI Wilayah II diikuti 138 tim mahasiswa dari 53 PT di wilayah Indonesia bagian Timur.

"Kedepan bagaimana kolaborasi antarmahasiswa pascakompetisi terjadi. Kita bangun proyek bersama, tidak hanya kompetisi tapi proyek yang menghasilkan sesuatu untuk indonesia," ungkapnya.

Direktur Kemahasiswaan UGM, Suharyadi menambahkan, peserta KRI bertanding di universitas masing-masing. Kompetisi ditayangkan secara daring melalui video conference.

"Juri dan panitia terpusat secara luring di gsp ugm," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait