Lantas, hasil susu yang sudah diperah dijual. Harga susu kambing murni dijual Rp25.000. Sedangkan untuk dijual dalam kemasan botol Rp10.000.
"Satu botol isinya 250 mililiter harganya Rp 10.000. Varian rasanya pun berbeda-beda seperti coklat, stroberi, durian, pisang, mangga, dan melon," paparnya.
Sejauh ini penjualan susu dilakukan secara online. Pembelinya rata-rata adalah warga Bantul.
Perawatan kambing perah, katanya, tidak terlalu rumit. Yang penting selalu memberi protein lengkap serta ada sentrat tiap pagi dan sore.
Baca Juga:Berharap PPKM di Bantul Turun Level, Dispar Siap Buka Sejumlah Destinasi Wisata
"Selain itu kambing juga dimandikan dan dikeramasi," ungkapnya.
Adapun kendala dalam mengolah susu segar yakni butuh ruang pasteurisasi. Pasteurisasi adalah sebuah proses pemanasan makanan dengan tujuan membunuh organisme merugikan seperti bakteri, protozoa, kapang, dan khamir dan suatu proses untuk memperlambatkan pertumbuhan mikroba pada makanan.
"Pasteurisasi itu harus komplit dan steril. Sekarang ini kami belum punya, kalau ada bantuan akan dibuat ruang pasteurisasi," ujarnya.
Ia mulai beternak pada 2007 setelah belajar dari tetangga yang pernah KKN di Kecamatan Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah. Kemudian pada 2010 memutuskan untuk membentuk kelompok ternak.
"Saya mulai beternak kambing PE sejak tahun 2007 akhir. Lalu pada 2010 membentuk Menda Mukti ini," imbuhnya.
Baca Juga:PTM Dimulai, Disdikpora Bantul Belum Akan Lakukan Tes Swab Acak