alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ungkap Bobrok Facebook, Frances Haugen: Menyebabkan Kekerasan Etnis di Seluruh Dunia

Galih Priatmojo Selasa, 05 Oktober 2021 | 18:46 WIB

Ungkap Bobrok Facebook, Frances Haugen: Menyebabkan Kekerasan Etnis di Seluruh Dunia
Aplikasi Facebook. [Facebook]

Haugen menyebut bahwa Facebook lebih memilih keuntungan daripada keamanan penggunanya

SuaraJogja.id - Nama Mark Zuckenberg semalam ramai jadi sorotan publik setelah tiga sosial media yang berada di bawah naungannya yakni Facebook, WhatsApp serta Instagram mengalami down. Entah kebetulan atau tidak, dua hari sebelum mengalami kendala, mantan karyawan Facebook Frances Haugen sempat membongkar keborokan perusahaan raksasa sosial media tersebut.

Frances Haugen yang sebelumnya menjabat sebagai Manajer Produk Facebook mengatakan, Facebook lebih memilih keuntungan daripada keamanan penggunanya dari ujaran kebencian dan misinformasi.

Hal itu disampaikan Haugen di program televisi CBS ’60 Minutes’ pada hari Minggu lalu, seraya mengungkap identitas bahwa dirinyalah yang memberikan dokumen yang mendukung penyelidikan Wall Street Journal dan Senat tentang bagaimana Instagram dapat memengaruhi mental remaja.

“Ada konflik kepentingan antara apa yang baik untuk publik dan apa yang baik untuk Facebook. Dan Facebook berulang kali memilih untuk mengoptimalkan untuk kepentingannya sendiri seperti menghasilkan lebih banyak uang,” kata Haugen dalam wawancara seperti yang diberitakan The New York Times.

Baca Juga: WhatsApp Down, Pengguna Ramai-ramai Beralih ke Telegram dan Signal

Haugen mengatakan bahwa Facebook secara substansial lebih buruk daripada apa pun yang pernah dilihatnya sebelumnya.

“Facebook berulang kali telah menunjukkan bahwa mereka memilih keuntungan daripada keamanan. Itu seperti menyubsidi, membayar keuntungannya dengan keselamatan kita. Versi Facebook yang ada saat ini menghancurkan masyarakat kita dan menyebabkan kekerasan etnis di seluruh dunia,” ujar Haugen.

Lebih jauh, Haugen juga menjelaskan bagaimana algoritma yang digunakan Facebook dapat memicu reaksi lebih banyak pada konten yang tampil di halaman beranda pengguna.

“Facebook telah menyadari bahwa jika mereka mengubah algoritma menjadi lebih aman, orang akan menghabiskan lebih sedikit waktu di situs, akan mengeklik lebih sedikit iklan, mereka akan menghasilkan lebih sedikit uang,” tuturnya.

Haugen, yang sebelumnya bekerja di Google dan Pinterest, juga mengatakan bahwa Facebook telah berbohong kepada publik tentang kemajuan yang dibuatnya untuk menekan ujaran kebencian dan misinformasi di platform-nya.

Baca Juga: Begini Penjelasan Facebook, Instagram dan WhatsApp Kenapa Semalam Down

Dia menambahkan bahwa Facebook digunakan untuk membantu mengatur kerusuhan Capitol pada 6 Januari lalu, setelah perusahaan mematikan sistem keamanan setelah pemilihan presiden AS.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait