alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Guguran Lava Merapi Meluncur 12 Kali dalam 30 Jam Terakhir, Jarak Terjauh 1,5 Kilometer

Eleonora PEW | Hiskia Andika Weadcaksana Rabu, 06 Oktober 2021 | 08:43 WIB

Guguran Lava Merapi Meluncur 12 Kali dalam 30 Jam Terakhir, Jarak Terjauh 1,5 Kilometer
Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang tampak dari Purwobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta, Selasa (5/1/2021). [ANTARA FOTO]

Tidak teramati asap kawah yang di puncak Gunung Merapi.

SuaraJogja.id - Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih terus berlangsung. Meski belum ada awan panas yang muncul namun guguran lava juga masih terus terjadi. 

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, mengatakan dalam periode pengamatan Rabu (6/10/2021) pukul 00.00 WIB - 06.00 WIB tercatat terdapat sejumlah guguran lava yang meluncur ke arah barat daya.

"Teramati guguran lava 6 kali ke arah barat dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter," kata Hanik dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/10/2021).

Dalam periode pengamatan kali ini visual gunung terlihat jelas. Namun tidak teramati ada asap kawah yang muncul di atas puncak kawah.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Jogja Terus Turun, Zona Hijau di Tingkat RT Capai 98 Persen

Sejumlah kegempaan juga masih terus terjadi dari Gunung Merapi dalam periode tersebut. Kegempaan itu di antaranya berasal dari kegempaan guguran 25 kali, hembusan 5 kali dan hybrid atau fase banyak 23 kali.

Sementara jika dibandingkan dengan periode pengamatan sebelumnya atau tepatnya pada Selasa (5/10/2021) pukul 00.00 WIB - 24.00 WIB juga tidak teramati awan panas. Namun sejumlah guguran lava masih tetap terjadi.

"Teramati 6 kali guguran lava pijar ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 1.500 meter," ucapnya.

Sejumlah kegempaan yang masih terjadi dalam periode tersebut berasal yang paling banyak dari kegempaan guguran sebanyak 183 kali, lalu disusul hybrid atau fase banyak yakni 81 kali, hembusan 13 kali dan low frekuensi 3 kali.

Hanik menambahkan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro. Lalu sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.  

Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 di Jogja Capai 90 Persen, Pemkot Optimistis 7 Oktober Tuntas

Sedangkan untuk kemungkinan jika terjadi lontaran material vulkanik saat terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya," imbuhnya.

Masyarakat juga diminta agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. 

Selain itu kegiatan penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III juga tetap direkomendasikan untuk dihentikan sementara waktu. 

Ditambah dengan imbauan kepada pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III Gunung Merapi termasuk kegiatan pendakian ke puncak dalam kondisi saat ini.

Perlu diketahui juga hingga saat ini, BPPTKG masih menetapkan status Gunung Merapi pada Siaga (Level III). Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait