alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ingin Kembalikan Kejayaan, DPPKP Dampingi Warga Sendangsari Tanam Bawang Merah

Galih Priatmojo | Rahmat jiwandono Rabu, 06 Oktober 2021 | 22:35 WIB

Ingin Kembalikan Kejayaan, DPPKP Dampingi Warga Sendangsari Tanam Bawang Merah
Wakil Bupati Bantul Joko Budi Purnomo menanam bawang merah di Bulak Karangjati, Benyo, Sendangsari, Pajangan, Bantul pada Rabu (6/10/2021). (SuaraJogja.id/HO-Humas Pemkab Bantul)

demplot bawang merah ditanam di Bulak Karangjati, Padukuhan Benyo.

SuaraJogja.id - Petani bawang merah di Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul berupaya menghidupkan lagi kejayaan bawang merah seperti era 1980-an. Sebagai informasi, saat itu, Sendangsari dikenal sebagai salah satu penghasil bawang merah yang bagus. 

Wakil Bupati Bantul, Joko Budi Purnomo mengatakan, demplot bawang merah ditanam di Bulak Karangjati, Padukuhan Benyo. Luas lahan yang ditanami bawang merah sekitar 1.700 meter. 

"Gabungan kelompok tani (gapoktan) Sendangsari akan mencoba melakukan penanaman bawang merah," tutur Joko, Rabu (6/10/2021).  

Pemkab Bantul sangat mendukung program ini. Karena merupakan sebuah terobosan dan inovasi yang baik dari petani.  

Baca Juga: 5 Manfaat Bawang Merah yang Baik Bagi Kesehatan Tubuh, Sehat untuk Mata dan Jantung

"Di sini pada tahun 1980an pernah ada tanaman bawang merah dan mereka mencoba untuk mengembalikan kejayaan tersebut," katanya. 

Harapannya, bisa memberi manfaat yang besar untuk kesejahteraan warga Sendangsari. Oleh karenanya, Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul diminta untuk mendampingi program itu.  

"Saya sudah menugaskan DPPKP Bantul untuk mendampingi program ini dengan serius," katanya. 

Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan DPPKP Bantul, Imawan Eko Handriyanto mengatakan, pendampingan meliputi aspek teknologi dan pengendalian hama. Ke depan akan melibatkan Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Pajangan.  

"Nanti akan ada pendampingan dari BPP Pajangan," terangnya. 

Baca Juga: Diserang Hama Ulat, Petani Bawang Merah di Magetan Terancam Gagal Panen

Dijelaskannya, penanaman bawang merah ini saat memasuki musim hujan. Artinya, ditanam di luar musim atau off season. 

"Sehingga perlu diwaspadai karena kalau musim hujan, curah hujannya tinggi. Akibatnya kelembaban meningkat dan akan memunculkan hama penyakit," katanya. 

Jajarannya sudah meminta kepada petani Sendangsari untuk memasang alat perangkap hama. Selain itu, dia juga menyarankan petani untuk menyiapkan pestisida alami. 

“Kalau hasilnya bagus nanti akan kami laporkan ke pusat agar bisa diarahkan ke kampung sayur bawang merah,” imbuhnya. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait