alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pastikan Kesehatan Guru dan Siswa, Disdik Sleman Rencanakan Sampling Tes Swab di Sekolah

Eleonora PEW | Hiskia Andika Weadcaksana Kamis, 14 Oktober 2021 | 13:10 WIB

Pastikan Kesehatan Guru dan Siswa, Disdik Sleman Rencanakan Sampling Tes Swab di Sekolah
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman Ery Widaryana (kanan) dan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo (kiri) memberi keterangan kepada awak media, Kamis (10/6/2021). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Kepala Dinas Pendidikan Sleman Ery Widaryana mengatakan, sampling swab itu telah dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman.

SuaraJogja.id - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman merencakan untuk melakukan sampling testing swab kepada siswa dan guru di lingkungan sekolah yang telah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). Hal ini guna memastikan kesehatan semua pihakn yang berada di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Sleman Ery Widaryana mengatakan, sampling swab itu telah dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman. Direncakan sejumlah guru dan siswa akan menjalani testing itu dengan swab antigen.

"Iya sampling mungkin di minggu-minggu depan. Kami sudah koordinasi dengan dinas kesehatan kita akan melaksanakan sampling ke sekolah, nanti sampling siswa dan guru," kata Ery saat dihubungi, Kamis (14/10/2021).

Ery menyebut bahwa sampling swab itu bertujuan untuk memastikan kesehatan para warga sekolah. Mulai dari siswa hingga guru yang sudah berinteraksi setelah PTM kembali dilaksanakan.

Baca Juga: Bupati Sleman Bakal Langsung Tutup Sekolah jika Ditemukan Kasus Positif Selama PTM

"Ini sampling swab hanya untuk memastikan kesehatan saja. Sudah kita rencanakan dengan Dinkes" ujarnya.

Kendati begitu, Ery belum bisa memastikan kapan waktu pelaksanaan sampling testing itu akan dilaksanakan. Termasuk dengan sekolah mana yang bakal ikut terlibat.

"Kita masih mencari waktunya dan sekolah mana nanti saja. Tapi akan ada itu sampling, hanya untuk memastikan saja bahwa semua sehat," tuturnya.

Disampaikan Ery, sejauh ini vaksinasi bagi pelajar di Bumi Sembada telah mencapai 93 persen. Hanya menyisakan penyintas Covid-19 dan pelajar yang berusia 12 tahun ke bawah.

"Vaksinasi siswa sudah mungkin 93 persen, hanya tinggal anak-anak penyintas sama yang belum 12 tahun sebetulnya. Ini melanjutkan vaksinasi dosis kedua saja sudah mau selesai," terangnya.

Baca Juga: Menilik Pelaksanaan PTM Terbatas di Sekolah, Apakah Sudah Aman?

Diketahui bahwa PTM serentak di Kabupaten Sleman sudah dimulai sejak minggu lalu. Sejauh ini kegiatan PTM di Sleman telah digelar pada sebanyak 119 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sampling 5 Sekolah Dasar (SD) di masing-masing kapanewon dengan total saat ini 85 SD.

Sejauh ini, Disdik Sleman bersama dengan OPD terkait hingga puskesmas yang ikut mengawasi pelaksanaan PTM menyebut sejauh ini telah berlangsung baik. Untuk evaluasi selanjutan sendiri baru akan dilaksanakan pada minggu depan.

"Nanti senin kami akan evaluasi dengan pengawas dan pemantau, tapi sementara ini semuanya berjalan dengan baik, prokes ketat juga dilaksanakan. SOP yang kita sampaikan juga ditaati dengan sekolah, kami juga ikut keliling melihat itu," ungkapnya.

Nantinya, lanjut Ery, jika evaluasi itu berjalan baik bukan tidak mungkin ada penambahan jumlah sekolah khususnya SD yang akan dibuka.

"Mungkin durasi waktu tidak hanya dua hari bisa kita tambah juga. Tapi itu kita pelan-pelan bertahap, untuk memastikan semuanya aman," tandasnya.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo bakal mengambil langkah tegas terkait dengan kelangsungan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM). Ia menegaskan bakal menutup PTM di sekolah bersangkutan jika ditemukan adanya sebaran kasus positif Covid-19.

"Jika nanti ditemukan adanya kasus positif 1 orang siswa saja, (PTM) di sekolah itu akan kita tutup dulu," kata Kustini.

Kebijakan itu akan diambil oleh Kustini guna memastikan kegiatan PTM dapat berjalan dengan baik. Serta senantiasa diikuti dengan protokol kesehatan yang ketat.

Sehingga tidak terjadi penyebaran kasus Covid-19 di lingkungan pendidikan. Menurutnya penanganan itu tetap perlu dilakukan secara optimal kendati memang saat ini kasus Covid-19 tengah melandai.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait