Sejarah dan Cara Bermain Tolak Peluru, Dimulai dari Orang Yunani Kuno Lempar Batu

Selanjutnya pada abad pertengahan, para tentara perang memiliki kebiasaan melempar bola meriam yang menjadi cikal bakal tolak peluru hingga saat ini.

Pebriansyah Ariefana
Senin, 18 Oktober 2021 | 07:55 WIB
Sejarah dan Cara Bermain Tolak Peluru, Dimulai dari Orang Yunani Kuno Lempar Batu
Tolak peluru (olahragapedia)

Berikut ini adalah langkah-langkah dasar dalam melakukan gerakan tolak peluru bagi pemula.

  1. Pegang beban atau peluru (bola logam) dengan telapak tangan bagian atas. Jari sebaiknya renggang agar bisa menjadi penahan.
  2. Tempatkan peluru pada pangkal jari, bukan telapak tangan. Rentangkan jari-jari tangan sedikit, lalu gunakan ibu jari untuk mencegah peluru terjatuh.
  3. Kaki kanan berada di batas belakang lingkaran, kaki kiri sejajar dengan tubuh.
  4. Pegang peluru dengan tangan kanan, letakkan di bawah telinga. Berat badan bertumpu ke kaki yang ada di belakang.
  5. Saat menolak peluru, tarik siku serong ke belakang. Dorong pinggul ke depan, lalu lempar peluru sekuat tenaga.
  6. Di saat bersamaan, kaki kanan juga ikut memberi dorongan. Seluruh tubuh diarahkan serong ke depan.

Namun demikian, untuk bisa melakukan tolak peluru perlu keterampilan karena sangat menentukan seberapa jauh lemparan. Kesalahan yang kerap terjadi adalah awalan dan akhiran yang kurang maksimal sehingga peluru tidak terlempar jauh. Maka dari itu, perlu banyak berlatih untuk tahu seberapa jauh jarak yang diperlukan.

Gaya Tolak Peluru

Dalam pertandingan resmi, ada dua macam gaya yang sering digunakan, yakni gaya O’brien dan gaya spin. Ada pula gaya ortodoks yang lebih bertujuan dalam pelatihan pemula atau tujuan pendidikan seperti di sekolah.

Baca Juga:Stoicism: Kebahagiaan Datang dari Ketidakpedulian

1. Gaya O’brien

Parry O’brien adalah atlet Amerika Serikat yang memopulerkan gaya glide atau meluncur dengan membelakangi arah tolakan. Gaya ini terkenal dengan gaya O’brien. Ketika melakukan permulaan gaya ini, posisi seorang atlet akan membelakangi area pendaratan. Selanjutnya atlet akan melakukan gerakan setengah putaran atau 180 derajat sebelum melontarkan bola logam.

2. Gaya Spin

Gaya spin atau berputar kali pertama dipopulerkan Aleksandr Baryshnikov, atlet asal Rusia. Teknik ini memerlukan keterampilan tinggi karena mengharuskan seorang atlet berputar 360 derajat dalam kecepatan tinggi sebelum mendorong bola logam ke depan. Gerakan ini bertujuan untuk menghasilkan momentum agar menghasilkan jarak tolakan terjauh.

3. Gaya Ortodoks

Baca Juga:Atlet Tolak Peluru AS Terancam Sanksi, Gara-gara Silangkan Tangan di Podium Medali

Gaya ortodoks kurang populer bagi kalangan atlet karena lebih bertujuan untuk memperkenalkan olahraga tolak peluru untuk pemula. Teknik ini mudah lantara tidak melibatkan banyak gerakan. Caranya, posisikan tubuh menyamping dari area pendaratan, letakkan bola logam antara kepala dan bahu, kemudian lakukan tolakan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak