alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Simpanan Tak Cair, 10 Ribu Nasabah di DIY Jadi Korban Penipuan Koperasi Simpan Pinjam SB

Galih Priatmojo Rabu, 20 Oktober 2021 | 19:20 WIB

Simpanan Tak Cair, 10 Ribu Nasabah di DIY Jadi Korban Penipuan Koperasi Simpan Pinjam SB
Para nasabah KSP-SB menyampaikan tuntutan pengembalian dana simpanan di Yogyakarta, Rabu (20/10/2021). [Kontributor / Putu Ayu Palupi]

Puluhan ribu orang jadi korban penipuan berkedok koperasi simpan pinjam

SuaraJogja.id - Penipuan mengatasnamakan koperasi simpan pinjam kembali terjadi. Sekitar 10 ribu nasabah mengaku ditipu Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama (KSP-SB) yang berkantor pusat di Bogor, Jawa Barat.

Kerugian yang nasabah rasakan pun tidak main-main. Sekitar Rp 800 Miliar nilai simpanan produk berjangka dan tabungan sekitar 10 ribu nasabah tersebut raib dan tidak bisa dicairkan.

Angka ini jauh lebih tinggi jika dihitung secara nasional. Dengan jumlah nasabah mencapai lebih dari 180 ribu orang, diperkirakan kerugian kreditur yang diderita nasabah mencapai lebih dari Rp8,6 Triliun.

"Kami tidak tahu uang simpanan kami aman atau tidak," ungkap Ketua Tim Kerja Fakta Kasus KSP-SB, Aritonang saat dikonfirmasi di Yogyakarta, Rabu (20/10/2021).

Baca Juga: Pria Malang Ini Setor Duwit Miliaran ke Koperasi, Ternyata Tertipu Uang Tak Bisa Ditarik

Menurut Aritonang yang juga salah seorang nasabah koperasi tersebut, uang simpanannya sebesar RP 100 juta tidak jelas nasibnya. Bahkan saat dia mengecek meminta print out rekening koran pada 17 Juli 2021 lalu, simpananya di tabungan tinggal Rp 20 ribu.

Gagal bayar koperasi terjadi pada periode April 2020 lalu dengan alasan pandemi COVID-19. Koperasi beralasan pengembalian dana nasabah baru bisa dilakukan harus menunggu likuiditas dari kantor pusat di Bogor.

"Kami sudah minta bertemu dengan pengurus pengawas, namun juga tidak digubris dan sulit dilakukan dengan banyak birokrasi," tandasnya.

Aritonang menambahkan, nasabah sebenarnya sudah melaporkan masalah yang mereka hadapi ke pihak kepolisian. Namun hingga saat ini belum ada perkembangann berarti hingga saat ini.

Laporan juga disampaikan ke Ombudsman RI, DPR RI dan DPRDi di sejumlah daerah hingga ke Kementerian Koperasi dan UMKM. Namun kasus tersebut belum juga terselesaikan sampai sekarang ini.

Baca Juga: KemenkopUKM Gandeng BHIT Pacu Transformasi Digital untuk Koperasi dan UMKM

"Kami merasa diperlakukan tidak adil, kami tidak tahu harus mengadu kemana lagi bagaimana bisa mendapatkan jaminan keamanan akan dana uang kami," ungkapnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait