alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

5 Fakta Sejarah Teks Proklamasi, Jarang Diketahui Publik

Pebriansyah Ariefana Jum'at, 22 Oktober 2021 | 07:45 WIB

5 Fakta Sejarah Teks Proklamasi, Jarang Diketahui Publik
Teks proklamasi

Teks Proklamasi merupakan hasil ketikan dari konsep naskah Proklamasi yang ditulis tangan oleh Soekarno pada secarik kertas blocknote pada 17 Agustus 1945 dini hari.

Setelah Soekarno-Hatta disandera oleh kaum muda ke Rengasdengklok, Ahmad Soebardjo datang dan berusaha membujuk para pemuda untuk melepaskan dwitunggal. Akhirnya mereka bersedia dengan jaminan oleh Soebardjo jika Proklamasi akan terjadi esok hari (17 Agustus 1945)

Dari Rengasdengklok, rombongan bertolak ke Jakarta, menuju rumah seorang perwira Jepang bernama Laksamana Tadashi Maeda di Meiji Dori No. 1 untuk membahas masalah tersebut. Tuan rumah menjelaskan permasalahan dan informasi yang sebenarnya terjadi.

Maeda lalu mempersilakan ketiga tokoh menemui Gunseikan (Kepala Pemerintahan Militer) Jenderal Moichiro Yamamoto untuk membahas upaya tindak lanjut yang akan dilakukan. Namun Jenderal Nishimura yang mewakili Gunseikan menentang rencana mereka. Akhirnya Soekarno, Hatta, dan rombongan kembali ke rumah Maeda dan membuat naskah proklamasi di rumah Maeda.

Ir Soekarno, Moh Hatta, dan Ahmad Soebardjo, merumuskan naskah Proklamasi. Soekarno menuliskan konsep di atas secarik kertas, sedangkan Moh Hatta dan Ahmad Soebardjo menyumbangkan pikiran secara lisan.

Baca Juga: Polres Bandara Soetta Gagalkan Penyelundupan Tiga Kilogram Sabu

4. Mesin Ketik

Mesin Ketik yang digunakan Sayuti Melik merupakan mesin ketik buatan Jerman, pinjaman dari Kolonel Kandeler komandan Angkatan Laut Jerman (Kriegsmarine) yang berkantor di Gedung KPM (sekarang Pertamina) di Koningsplein (Medan Merdeka Timur). Saat itu di rumah Laksamana Tadashi Maeda hanya tersedia mesin ketik dengan huruf kanji.

Satsuki Mishima seorang sekretaris urusan rumah tangga di rumah Maeda kemudian berinisiatif meminjam mesin ketik tersebut.

5. Peran Pewarta

Peran para pewarta sangat penting dalam peristiwa ini, antara lain Frans dan Alex Mendoer dari Indonesia Press Photo Service (IPPHOS) yang mengabadikan momen pembacaan Proklamasi, BM Diah dan Jusuf Ronodipuro yang membantu penyebaran berita Proklamasi lewat berbagai cara, seperti radio, surat kabar, telegram, serta melalui lisan.

Baca Juga: Datang Lagi, Indonesia Terima 1,4 Juta Vaksin AstraZeneca Bantuan Jepang dan Australia

Isi Teks Proklamasi

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait