alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Hindari, Ini 3 Risiko Olahraga Sebelum tidur

Eleonora PEW Jum'at, 22 Oktober 2021 | 19:45 WIB

Hindari, Ini 3 Risiko Olahraga Sebelum tidur

Sebuah studi baru ini menyimpulkan bahwa olahraga sebelum tidur bisa mempengaruhi detak jantung dan siklus tidur Anda secara negatif.

SuaraJogja.id - Olahraga memang baik untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Namun ternyata, ada risiko jika olahraga dilakukan dengan cara yang tidak tepat, misalnya olahraga sebelum tidur.

Sebuah studi baru ini menyimpulkan bahwa olahraga sebelum tidur bisa mempengaruhi detak jantung dan siklus tidur Anda secara negatif. Jika Anda olahraga secara teratur tetapi melakukannya pada waktu yang salah, Anda tidak akan mendapatkan manfaat kesehatan apapun.

Olahraga larut malam bisa memberikan efek buruk pada kesehatan Anda. Sebelumnya, olahraga di malam hari disebut bisa melelahkan dan membantu tidur lebih nyenyak, tapi studi baru ini justru menemukan hal sebaliknya.

Studi baru menemukan olahraga larut malam bisa meningkatkan detak jantung dan mengganggu tidur Anda. Umumnya, olahraga membuat Anda dehidrasi, melepaskan hormon stres dalam tubuh dan membuat Anda lebih waspada.

Baca Juga: Bela Diri Kebanggaan Indonesia, Ini Pengertian, Asal Usul, dan Gerakan Dasar Pencak Silat

Sebab, hormon stres menghentikan produksi melatonin, yang merupakan hormon tidur. Berikut ini dilansir dari Times of India, tiga penyebab Anda tidak boleh olahraga larut malam.

1. Tingkat kewaspadaan meningkat

Saat Anda berolahraga, kelenjar adrenal akan diaktifkan untuk menghasilkan adrenalin, yang dikenal sebagai epinefrin. Kelenjar adrenal ini bisa memicu jantung di gigi atas dan menyebabkan peningkatan detak jantung. Selain itu, kelenjar ini juga akan meningkatkan kadar oksigen dan aliran darah di otot yang bisa mengganggu tidur.

2. Merangsang sistem saraf

Olahraga yang intens dapat merangsang sistem saraf dan meningkatkan detak jantung, yang membutuhkan waktu untuk kembali normal. Hal ini bisa mengganggu tidur Anda.

Baca Juga: Sandiaga Uno Ingin Gelar Pekan Olahraga Pelaku Ekonomi Kreatif Pada 2022

Beberapa latihan intens termasuk berlari, berenang, bersepeda, dan angkat besi berat. Sistem saraf membutuhkan waktu untuk memulihkan diri. Olahraga itu merupakan komponen penting untuk koordinasi tangan-kaki-mata. Ketika sistem saraf bekerja berlebihan, itu dapat menyebabkan tubuh bergoyang dan gemetar, sehingga menyebabkan nyeri otot, nyeri, dan kurang tidur.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait