alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gelar Uji Usap Antigen Acak, Dinkes Sleman Temukan Satu Siswa di Sleman Positif Covid-19

Galih Priatmojo Jum'at, 22 Oktober 2021 | 20:54 WIB

Gelar Uji Usap Antigen Acak, Dinkes Sleman Temukan Satu Siswa di Sleman Positif Covid-19
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Dinkes Sleman sebelumnya menggelar uji usap antigen ke sejumlah siswa secara acak

SuaraJogja.id - Evaluasi pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Sleman lewat tes usap atau swab, telah dilangsungkan sejak Kamis (21/10/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama mengatakan, sebelumnya tim melakukan uji usap Antigen kepada para sivitas.

Kemudian, lewat tes secara acak di sekolah dari tiga kapanewon itu, ditemukan tiga siswa yang reaktif Antigen. Tiga siswa tadi selanjutnya mengikuti tes usap PCR. 

"Hanya satu siswa yang positif Covid-19, dua siswa lainnya negatif PCR-nya," kata dia, lewat pesan singkat kepada wartawan, Jumat (22/10/2021) malam. 

Baca Juga: Mengamuk di Babak Kedua, Persib Permalukan PSS Sleman di Stadion Manahan

Pihaknya menduga, siswa tersebut terpapar Covid-19 dari salah satu dari anggota keluarganya yang positif Covid-19.

"Mungkin itu memang kasus dari rumah, karena ortunya ternyata positif," terangnya. 

Cahya menambahkan, untuk sementara waktu aktivitas PTM di sekolah tersebut dihentikan sementara waktu dan dilakukan sterilisasi. 

"Sekolah tetap ditutup sementara," ujarnya. 

Selanjutnya, Cahya tak dapat menjelaskan lebih lanjut secara mendetail perihal adanya kasus Covid-19 di sekolah dan meminta untuk media massa melakukan konfirmasi silang kepada Dinas Pendidikan Sleman. 

Baca Juga: Tonton Sekarang!! Link Live Streaming Persib Bandung vs PSS Sleman, Sedang Berlangsung

Sebelumnya, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyebut, akan menutup sementara kegiatan PTM jika di sekolah tersebut ditemukan adanya kasus positif Covid-19.

Jika hanya ditemukan satu kasus positif, sekolah akan ditutup selama tiga hari untuk kemudian disterilisasi.

Di kesempatan itu, Kustini mengatakan kebijakan tersebut untuk memastikan kegiatan PTM dapat berjalan dengan sesuai protokol kesehatan. Sehingga tidak terjadi penyebaran kasus Covid-19 di sekolah. Sembari dilakukan 3T untuk memastikan ada tidaknya klaster.

Kontributor : Uli Febriarni

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait