La Nina Melanda Indonesia, Ini Imbauan BMKG

Di DIY bahkan diperkirakan kenaikan curah hujan bisa mencapai 60 persen.

Eleonora PEW
Sabtu, 23 Oktober 2021 | 12:17 WIB
La Nina Melanda Indonesia, Ini Imbauan BMKG
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan fenomena La Nina di Yogyakarta, Jumat (22/10/2021). - (Kontributor SuaraJogja.id/Putu)

SuaraJogja.id - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkapkan, fenomena La Nina akan melanda Indonesia. Diperkirakan La Nina muncul selama periode lima bulan hingga Februari 2022 mendatang. Karenanya Dwikorita menghimbau masyarakat untik berhati-hati.

"Fenomena [la nina] ini membuat curah hujan meninggkat 20 hingga 70 persen," ujar Dwikorita usai memberikan kegiatan sekolah lapang iklim tematik di Yogyakarta, Jumat (22/10/2021).

Menurut mantan Rektor UGM tersebut, La Nina muncul karena Suhu Muka Laut (SML) di Samudera Pasifik bagian tengah mengalami pendinginan hingga di bawah suhu normal. Akibatnya udara terasa lebih dingin dan curah hujan tinggi.

Saat ini fenomena ini mulai bergerak ke moderat atau menengah. Kondisi ini mengakibatkan makin tingginya curah hujan. Di DIY bahkan diperkirakan kenaikan curah hujan bisa mencapai 60 persen.

Baca Juga:Gelombang Samudra Hindia di Selatan Jawa Capai Kategori Sangat Tinggi

Untuk menghindari dampak La Lina yang merugikan, masyarakat diminta menjaga lingkungan. Sebab bila curah hujan yang turun semakin tinggi maka dikhawatirkan bisa merusak lingkungan.

"Jangan merusak lingkungan, jangan membuang sampah, gencarkan penghijauan. Masyarakat jangan merusak lahan meski hujan tidak deras bisa merusak lahan karena lahannya sudah rusak. Apalagi kalau hujannya semakin esktrim, lahannya bisa semakin rusak. Itu bisa menjadi bencana yang merusak," tandasnya.

Sementara Kepala Biro Pengembangan Infrastruktur Wilayah dan Pembiayaan Pembangunan, Bambang Widhyo mengungkapkan Pemda DIY berusaha mengantisipasi sejak awal dampak fenomena La Nina. Diantaranya pemanfaatan lahan dengan benar karena akan berdampak terhadap pengaliran dan penyerapan air yang berlebih dari fenomena ini.

"Ini jadi sangat urgent untuk bersama melakukan analisa terkait dengan kapasitas-kapasitas yang ada, saya kira baik di wilayah perkotaan maupun di luar kota juga dengan prediksi varian [fenomena la nina] yang tidak hanya panjang tapi bisa juga menit," ungkapnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Baca Juga:Waspadai Potensi Longsor dan Banjir di Sumut

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak