80,7 Persen Guru Hanya Beri Latihan Soal Saat PJJ, Ketrampilan Matematika Siswa Hilang

Siswa tidak mendapatkan kompetensi [matematika] seperti yang diharapkan karena siswa hanya mengerjakan soal

Galih Priatmojo
Senin, 25 Oktober 2021 | 14:17 WIB
80,7 Persen Guru Hanya Beri Latihan Soal Saat PJJ, Ketrampilan Matematika Siswa Hilang
Ilustrasi soal Matematika. [Shutterstock]

SuaraJogja.id - Meski Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai diberlakukan terbatas selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang sudah berjalan hampir dua tahun selama pandemi COVID-19 nampaknya sudah berdampak buruk pada pembelajaran Matematika di sekolah-sekolah, termasuk di DIY.

Tidak adanya interaksi dengan siswa secara langsung membuat 80,7 persen para guru Matematika lebih banyak memberikan latihan soal alih-alih pengetahuan. Akibatnya terjadi learning loss atau hilangnya ketrampilan dan pengetahuan siswa pada matapelajaran tersebut saat ini.

"Siswa tidak mendapatkan kompetensi [matematika] seperti yang diharapkan karena siswa hanya mengerjakan soal," ungkap Koordinator Pokja Peningkatan Kompetensi Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Matematika, Puji Iryanti di P4TK Matematika, Senin (25/10/2021).

Menurut Puji, bila Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tersebut terus dilakukan, maka dikhawatirkan siswa tidak akan menguasai konsep dari pembelajaran Matematika. Mereka harus kerja keras mengejar ketertinggalan learing loss karena pembelajaran Matematika tidak berjalan maksimal.

Baca Juga:Hindari Simpul Pemeriksaan Vaksinasi, Bus Pariwisata Kucing-kucingan Masuk ke DIY

Karenanya konsep latihan soal tanpa pengetahuan konsep pembelajaran yang nyata harus dikaji secepatnya. Karena bila mengandalkan latihan soal, siswa bisa dengan mudah mencari jawabannya di Google.

"Daripada anak-anak diberi latihan soal, mereka lebih baik diberikan pembelajaran project based learning. Dengan pendekatan pengajaran yang dibangun dengan kegiatan dan tugas nyata ini mereka bisa belajar tentang konsep matematika secara kontekstual sehari-hari," ungkapnya.

Sementara plt Kepala P4TK Matematika, Hari Suryanto mengungkapkan saat ini literasi Matematika para siswa juga masih cukup rendah. Padahal Matematika banyak digunakan untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.

"Karena penyampaian pembelajaran matematika tidak sesuai konteks maka ketrampilan berpikir siswa pun tidak dimiliki dan literasinya pun jadi rendah," ujarnya.

Selain konsep pembelajaran yang salah kaprah, heterogenitas geografis dan sosial ekonomi pun membuat literasi Matematika siswa juga tidak merata. Kondisi ini jauh berbedar dari negara-negara lain yang lebih homogen.

Baca Juga:Wisata di DIY Tetap Boleh Buka Tanpa CHSE Pasca Penurunan Level PPKM

"Karenanya berbagai upaya terus dilakukan melalui diklat pembelajaran project based learning. Salah satunya dengan seminar internasional pengajaran dan pembelajaran matematika ISMatel," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak