Enam Warga SMKN 1 Sedayu Positif Covid-19, Camat: Rantai Penularan Ketujuh

Meskipun demikian, Camat menolak jika penularan Covid-19 itu dikatakan sebagai klaster Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Eleonora PEW | Rahmat jiwandono
Rabu, 27 Oktober 2021 | 15:58 WIB
Enam Warga SMKN 1 Sedayu Positif Covid-19, Camat: Rantai Penularan Ketujuh
Sampel darah yang terindikasi positif virus corona. (ANTARA/Shutterstock/am.)

Ia pun mengimbau, semua pihak untuk menjalankan protokol kesehatan (prokes). Dia meminta warga untuk mengurangi makan bersama.

"Kalau makan bersama kan ngobrol, sebisa mungkin tidak usah ngobrol. Itu termasuk salah satu sumber penyebaran Covid-19," tambah dia.

Sebelumnya, warga Kalurahan Argorejo berinisial M (22) meninggal dunia saat dirawat di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Ia meninggal pada 2 Oktober 2021 lalu.

"Pada hari meninggalnya itu sudah diberitahu oleh pihak rumah sakit bahwa M positif Covid-19. Itu dibuktikan dari hasil tes PCR-nya," ungkapnya.

Baca Juga:Ayah Ibu Positif COVID-19? Baca Doa untuk Orangtua Sakit Berikut Ini

Meski sudah tahu bahwa M positif Covid-19 tetapi pihak keluarganya menolak untuk dimakamkan secara protokol kesehatan (prokes).

"Walau sudah tahu hasil PCR-nya positif Covid-19 tapi keluarganya menolak (jenazah dimakamkan secara prokes). Awalnya kan begitu," ujarnya.

Ia menyebutkan jika M diketahui punya penyakit penyerta atau komorbid yaitu Tuberkolosis (TBC). Dan dia belum sempat divaksin Covid-19.

"Punya riwayat penyakit TBC," tuturnya.

Baca Juga:Kabar Baik, 25 Kelurahan di Depok Nihil Kasus Positif Covid-19

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak