Para pemuda kemudian memanjat tiang di Hotel Yamato, untuk menurunkan bendera Belanda, dan merobek warna biru. Jadilah bendera naik ke tiang lagi dengan warna merah dan putih.
Kontak tembak pertama terjadi pada 27 Oktober 1945. Kontak tembak itu melibatkan pasukan pemuda PRISAI dengan pihak sekutu melalui pasukan Gurkha. Setelah itu, sempat ditandatangani gencatan senjata pada 29 Oktober 1945. Tapi kesepakatan itu hanya bertahan beberapa jam saja.
AWS Mallaby Tewas
Kontak tembak kembali terjadi di Surabaya, tepatnya dekat dengan Jembatan Merah, Surabaya. Kontak tembak pasukan Inggris dengan para pemuda Indonesia kemudian menewaskan Brigadir Jenderal AWS Mallaby. Dia tewas oleh tembakan dan kemudian tubuhnya terbakar karena mobil yang ditumpangi terbakar karena ledakan granat.
Baca Juga:Sejarah Pembentukan BPUPKI serta Keberadaan Panitia Sembilan
Jenderal Robert Mansergh kemudian menggantikan peran AWS Mallaby. Dia membuat ultimatum pada masyarakat Surabaya tertanggal 9 November 1945. Intinya ultimatum itu meminta seluruh senjata diserahkan ke pihak Inggris dan pemimpin Indonesia wajib membuat surat pernyataan bahwa mereka menyerah tanpa syarat pada sekutu.
Ultimatum itu jelas ditolak Indonesia. Akhirnya, pada 10 November 1945, Inggris mulai melancarkan serangan dengan 30 ribu pasukannya. serangan ini turut dibalas 20 ribu pasukan Indonesia, dibantu rakyat yang datang dari berbagai latar belakang.
Bung Tomo menjadi salah satu tokoh yang menggerakkan semangat rakyat Surabaya. Dalam pidatonya pada 9 November 1945, muncul semboyan "Merdeka atau Mati". Tokoh berpengaruh lain kemudian turut terlibat, seperti KH. Hasyim Asy'ari, KH. Wahab Hasbullah dan para kyai dari berbagai pesantren di Jawa Timur.
Pertempuran sengit ini berlangsung selama tiga pekan. Sekitar 6000-16.000 pejuang Indonesia tewas. Sementara pasukan sekutu yang tewas mencapai 600-2000 tentara. Setahun setelah peristiwa tersebut, Presiden RI, Ir.Soekarno menetapkan 10 November sebagai hari Pahlawan, melalui keputusan presiden tahun 1959.
Kontributor : Lukman Hakim
Baca Juga:Pelaku Serangan Kereta Tokyo Ngaku Idolakan Joker dan Menyesal Gagal Bunuh Orang