facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Kulon Progo Tak Kurangi Jumlah Tempat Tidur

Eleonora PEW Minggu, 07 November 2021 | 16:20 WIB

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Kulon Progo Tak Kurangi Jumlah Tempat Tidur
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati - (ANTARA/Sutarmi)

RSUD Wates juga sudah menambah 30 tempat tidur untuk pasien COVID-19.

SuaraJogja.id - Dalam upaya mengantisipasi kembalinya lonjakan kasus Covid-19 di hari libur Natal dan Tahun Baru 2022, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo tidak akan mengurangi atau mengalihfungsikan tempat tidur.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati di Kulon Progo, Sabtu, mengatakan total tempat tidur di rumah sakit rujukan COVID-19, yakni RSUD Wates, RSUD Nyi Ageng Serang dan tujuh rumah sakit swasta sebanyak 121 tempat tidur.

Kemudian, RSUD Wates juga sudah menambah 30 tempat tidur untuk pasien COVID-19.

"Untuk sementara ini, tempat tidur pasien COVID-19 di rumah sakit rujukan COVID-19 di Kulon Progo belum dialihfungsikan. Kami akan memantau perkembangan dari kasusnya," kata Baning.

Baca Juga: Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Akhir Tahun, Pemkot Yogyakarta Lakukan Hal Ini

Tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan COVID-19 di Kulon Progo, yakni 1,80 persen, dan keterisian antrean/IGD 1,80 persen. Total kapasitas tempat tidur rumah sakit rujukan COVID-19 di Kulon Progo sebanyak 121 tempat tidur, dengan rincian RSUD Wates dari 72 tempat tidur hanya terisi dua pasien, RSUD Nyi Ageng Serang dari 39 tempat tidur nihil pasien, tujuh rumah sakit rujukan COVID-19 sebanyak 37 tempat tidur nihil pasien.

"Mayoritas pasien COVID-19 yang ditemukan adalah kontak erat kasus sebelumnya," katanya.

Ia mengatakan berdasarkan prediksi beberapa ahli kesehatan, apabila masyarakat tidak patuh pada arahan pemerintah menaati protokol kesehatan dan berpergian pada libur akhir tahun, kemungkinan kasus COVID-19 akan meningkat kembali pada akhir Januari atau awal Februari.

"Kami tidak mengalihfungsikan tempat tidur pasien COVID-19 sampai kasus COVID-19 benar-benar sudah terkendali," katanya.

Baning mengatakan Isolasi Terpusat Rusunawa Giripeni mulai 1 November ini dinonaktifkan. Barang-barang medis masih ada di Isoter Rusunawa Giripeni, tapi sudah tidak disiapkan petugas. Kalau ada yang membutuhkan layanan, akan dilayani di rumah sakit. Sumber daya manusianya juga menggunakan rumah sakit.

Baca Juga: Ade Yasin Khawatir, Pemkab Bogor Bahas Antisipasi Lonjakan Ketiga

"Pada saat masyarakat membutuhkan, kami akan membuka kembali isoter dan menggerakkan sumber daya tenaga kesehatan dan lainnya," katanya.

Baning mengatakan sejak Oktober, Isoter Rusunawa Giripeni sudah tidak ada pasien COVID-19 yang diisolasi di sana. "Meski Isoter Rusunawa Giripeni nonaktif, statusnya siaga. Apabila masyarakat membutuhkan akan dibuka kembali," katanya. (ANTARA)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait