Pada keesokan harinya, Ahmad Subardjo rela menaruhkan nyawanya dengan menjemput Soekarno dan Hatta untuk kembali ke Jakarta dan menjamin Proklamasi Kemerdekaan terselenggarakan.
Hasil setelah terjadinya Peristiwa Rengasdengklok adalah Proklamasi Kemerdekaan diumumkan pada tanggal 17 Agustus 1945 selambat-lambatnya pukul 12.00 WIB.
Peristiwa Rengasdengklok tidak lepas dari peran tokoh yang dibagi menjadi dua golongan, yaitu golongan tua dan golongan muda.
Golongan Tua
Baca Juga:Mengulas Sejarah Supersemar, Peristiwa Pergantian Orde Lama ke Orde Baru
Tokoh golongan tua adalah Ir Soekarno dan Mohammad Hatta, para anggota dan pengurus BPUPKI, dan PPKI.
Golongan Muda
Terdiri dari tokoh pemuda dan pemudi Indonesia, yaitu:
- Sukarni
- Chairul Saleh
- Yusuf Kunto
- dr. Muwardi
- Shodanco Singgih
- Wikana
- Sayuti Melik
- Sudiro
- BM Diah
- Djohar Nur
- Kusnandar
- Subadio
- Subianto
- Margono
- Adam Malik
- Armansyah
Sejarah Rengasdengklok menjadi gambaran betapa semangatnya golongan muda kala itu untuk membebaskan bangsa Indonesia dari penjajahan. Sementara golongan tua juga memperhitungkan secara matang strategi yang digunakan untuk kemerdekaan Indonesia.
Itulah ulasan mengenai kronologi peristiwa Rengasdengklok yang menjadi sejarah peting bagi bangsa Indonesia.
Baca Juga:Isi Perjanjian Renville, Perjanjian antara Indonesia dengan Belanda 1947 - 1948
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari