Kronologi Peristiwa Rengasdengklok, Penculikan Soekarno hingga Proklamasi Kemerdekaan

Peristiwa ini merupakan penculikan terhadap Soekarno dan Hatta.

Pebriansyah Ariefana
Selasa, 09 November 2021 | 11:33 WIB
Kronologi Peristiwa Rengasdengklok, Penculikan Soekarno hingga Proklamasi Kemerdekaan
Rumah Rengasdengklok (Suara.com/Kurniawan Mas'ud).

SuaraJogja.id - Kronologi Perisriwa Rengasdengklok terjadi pada 16 Agustus 1945, sehari sebelum proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Peristiwa ini merupakan penculikan terhadap Soekarno dan Hatta.

Setelah penjajahan Belanda berakhir, Indonesia mengalami penjahahan oleh Jepang. Meski tak selama Belanda, namun penjajahan yang dilakukan Jepang tergolong sadis.

Kala itu, Jepang berambisi membangu imperium Asia Timur Raya pada masa Perang Dunia II. Dari peristiwa tersebut Jepang mengalami kekalahan.

Sejak mendengar Jepang kalah, terjadi ketegangan antara golongan muda dan golongan tua. Perbedaan pendapat mengenai kapan waktu yang tepat untuk mengumumkan proklamasi kemerdekaan menjadikan suasana semakin panas antar golongan.

Baca Juga:Mengulas Sejarah Supersemar, Peristiwa Pergantian Orde Lama ke Orde Baru

Pengumuman proklamasi kemerdekaan sempat terhambat lantaran pemerintah Jepang melarang masyarkat Indonesia mendengarkan radio luar negeri.

Namun, berkat perjuangan dan kerjasama pemuda yang bekerja di kantor berita Jepang, membuat berita menyerahnya Jepang tanpa syarat ke sekutu pun terdengar sampai di Indonesia.

Tokoh golongan muda, Sutan Syahrir yang mendengar berita kekalahan Jepang melalui radio gelap pun, langsung mendesak Soekarno-Hatta untuk segera melakukan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Namun pada saat itu Soekarno-Hatta menginginkan agar proklamasi dilakukan melalui PPKI, badan buatan Jepang.

Merasa tidak puas dengan jawaban tersebut, para golongan muda pun lantas menculik Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok untuk menjauhkan mereka dari pengaruh Jepang.

Setelah Soekarno dan Hatta diculik ke Rengasdengklok, Soekarno di hadapan Shodanco Singgih memutuskan untuk bersedia mengadakan proklamasi setelah kembali ke Jakarta.

Baca Juga:Isi Perjanjian Renville, Perjanjian antara Indonesia dengan Belanda 1947 - 1948

Setelah rapat selesai terjadi kesepakatan antara golongan tua dan golongan muda, bahwa Proklamasi Kemerdekaan harus dilakukan di Jakarta oleh Soekarno.

Pada keesokan harinya, Ahmad Subardjo rela menaruhkan nyawanya dengan menjemput Soekarno dan Hatta untuk kembali ke Jakarta dan menjamin Proklamasi Kemerdekaan terselenggarakan.

Hasil setelah terjadinya Peristiwa Rengasdengklok adalah Proklamasi Kemerdekaan diumumkan pada tanggal 17 Agustus 1945 selambat-lambatnya pukul 12.00 WIB.

Peristiwa Rengasdengklok tidak lepas dari peran tokoh yang dibagi menjadi dua golongan, yaitu golongan tua dan golongan muda.

Golongan Tua

Tokoh golongan tua adalah Ir Soekarno dan Mohammad Hatta, para anggota dan pengurus BPUPKI, dan PPKI.

Golongan Muda

Terdiri dari tokoh pemuda dan pemudi Indonesia, yaitu:

  • Sukarni
  • Chairul Saleh
  • Yusuf Kunto
  • dr. Muwardi
  • Shodanco Singgih
  • Wikana
  • Sayuti Melik
  • Sudiro
  • BM Diah
  • Djohar Nur
  • Kusnandar
  • Subadio
  • Subianto
  • Margono
  • Adam Malik
  • Armansyah

Sejarah Rengasdengklok menjadi gambaran betapa semangatnya golongan muda kala itu untuk membebaskan bangsa Indonesia dari penjajahan. Sementara golongan tua juga memperhitungkan secara matang strategi yang digunakan untuk kemerdekaan Indonesia.

Itulah ulasan mengenai kronologi peristiwa Rengasdengklok yang menjadi sejarah peting bagi bangsa Indonesia.

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak