Karya Celeng Dhegleng Dikaitkan Isu Politik, Sri Krishna 'Encik': Kesenian itu Multitafsir

Pria berambut gimbal itu mengaku tidak mengambil pusing terkait dengan karya yang dikaitkan dengan isu politik tersebut.

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Jum'at, 19 November 2021 | 18:59 WIB
Karya Celeng Dhegleng Dikaitkan Isu Politik, Sri Krishna 'Encik': Kesenian itu Multitafsir
Pementasan tentang celeng di Omah Petroek, Karangklethak, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Jumat (19/11/2021). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

SuaraJogja.id - Musisi Sri Krishna 'Encik' ikut angkat bicara terkait dengan lagu berjudul Celeng Dhegleng yang kembali muncul ke permukaan akhir-akhir ini. Terlebih karya tahun 2018 itu dikaitkan dengan dinamika politik di dalam internal partai PDI Perjuangan

Tepatnya terkait jelang pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 yang sudah mulai menghangat. Saat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang terus mendapatkan mendukung untuk mencalonkan diri menjadi calon presiden (Capres).  

Pria berambut gimbal itu mengaku tidak mengambil pusing terkait dengan karya yang dikaitkan dengan isu politik tersebut. Sebab menurutnya seni merupakan suatu hal yang multitafsir.

"Kalau sebetulanya itu, karena seni itu multitafsir bahwa saya telah menciptakan lagu itu tiga tahun yang lalu saya rilis. Itu sekarang ditangkap dari sebuah fenomena dalam era politik ya itu terserah," kata Encik saat ditemui di Omah Petroek, Jumat (19/11/2021).

Baca Juga:Babak Baru Barisan Celeng Berjuang, Cegah Ganjar Pranowo Dijegal

 Musisi Sri Krishna 'Encik' . [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]
Musisi Sri Krishna 'Encik' . [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

Ia menyebut tugasnya sebagai seniman hanya melahirkan sebuah karya itu saja. Jika memang lantas suatu karya tersebut merespon suatu fenomena maka seniman tidak bisa menghentikan begitu saja.

"Saya sebagai seniman hanya melahirkan karya itu. Ketika karya itu menjemput fenomena itu ya itu Wallahualam, bagi saya ya silakan saja," ujarnya.

Termasuk ketika disangkutpautkan dengan gejolak politik yang saat ini tengah ramai diperbincangkan. Namun, ia menegaskan bahwa urusan itu murni dalam alasan politik saja.

"Sebagai seorang seniman saya bertahan kepada kesenian saya bahwa lagu ini sudah lahir. Ketika ini dipakai untuk alasan-alasan politik ya itu urusan mereka yang diranah politik. Kalau saya seperti itu sebagai seniman. Jadi monggo tafsir itu monggo, kesenian itu memang multitafsir," paparnya.

Encik menjelaskan bahwa karya tersebut sudah lahir sejak 2018 akhir lalu. Namun baru dirilis dalam sejumlah platform pada tahun 2019 lalu.

Baca Juga:Kisruh Celeng dan Banteng, Rudy: PDIP Solo Tetap Solid untuk Memenangkan Pemilu 2024

"Proses tiga bulan, dari mulai produksi, recording, launching, saya konserkan sebagai tema Celeng Dhegleng," tuturnya. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak