Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp85.000, Penjual Ayam Geprek Batasi Pemberian Cabai

di Bantul harga cabai rawit merah sudah mencapai Rp85.000 per kilonya.

Galih Priatmojo | Rahmat jiwandono
Senin, 20 Desember 2021 | 15:54 WIB
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp85.000, Penjual Ayam Geprek Batasi Pemberian Cabai
Penjual ayam geprek di Nitiprayan, Kasihan, Bantul membatasi pemberian cabai rawit merah untuk pembeli. (SuaraJogja.id/Rahmat Jiwandono)

SuaraJogja.id - Kenaikan harga cabai rawit merah dirasakan oleh penjual ayam geprek di Nitiprayan, Kasihan, Bantul. Untuk di Bantul harga cabai rawit merah sudah mencapai Rp85.000 per kilonya. 

Pemilik warung ayam geprek Nur Amin mengatakan, penjualan ayam geprek tetap ramai meski mendekati Natal dan Tahun Baru (Nataru). Namun demikian, pihaknya membatasi jumlah cabai untuk ayam geprek. 

"Sehari saya masih bisa menjual 50 ayam geprek tapi cabainya dibatasi maksimal tiga biji," katanya kepada SuaraJogja.id, Senin (20/12/2021). 

Jika tidak dibatasi, dia akan rugi. Pasalnya, sebelum harga cabai rawit merah naik, ada pembeli ayam geprek dengan 7-10 cabai. 

Baca Juga:Baru Dibuka, Little Tokyo Jogja Jadi Destinasi Wisata dengan Sensasi ala Jepang di Bantul

"Kalau enggak dibatasi gitu bisa rugi saya, sebelum naik minta 7 atau 10 cabai saya kasih. Sudah sejak Desember ini saya batasi," terangnya. 

Tapi keuntungan agak dikurangi karena semuanya mahal. harga terigu naik tadinya 185k per karung, sekarang 204k. naiknya tinggi sekali. 

Pada hari ini dia hanya membeli cabai rawit merah satu kilogram seharga Rp88.000.

"Tadi beli cabainya Rp88.000 di tukang sayur keliling. Kalau di pasar tradisional lainnya sudah sampai Rp90-100 ribu," ungkapnya. 

Selain itu, dia juga mengeluhkan naiknya harga ayam potong senilai Rp24.000 per kilo untuk pedagang. Pada November kemarin harganya masih Rp22.000

Baca Juga:Temui Perajin Anyaman Daun Pandan di Bantul, Menteri PPPA: Kerajinan Ini Tidak Boleh Punah

"Harga ayam potong untuk pedagang sekarang Rp24.000 ribu padahal sebelumnya Rp22.000," katanya.

Sementara untuk harga tepung terigu dan minyak goreng curah juga melonjak. Masing-masing harganya Rp204 ribu dan Rp200 ribu. 

"Harga tepung terigu dari Rp185 ribu jadi Rp204 ribu per karungnya. Dan harga minyak goreng curah satu jeriken isi 18 liter sekitar Rp200 ribu," ujarnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak