Sempat Viral hingga Picu Perdebatan, Agus Pandu Jelaskan Alasan Patung Naga Ada di YIA

General Manager YIA jelaskan alasan patung naga dipasang di kawasan YIA

Galih Priatmojo
Sabtu, 01 Januari 2022 | 18:55 WIB
Sempat Viral hingga Picu Perdebatan, Agus Pandu Jelaskan Alasan Patung Naga Ada di YIA
penjelasan GM YIA terkait patung naga yang ada di komplek bandara. [guspandu / Instagram]

SuaraJogja.id - Beberapa waktu lalu ramai jadi sorotan sebuah patung naga yang berada di kompleks YIA Kulon Progo. General Manager YIA Agus Pandu Purnama pun memberikan penjelasan terkait alasan patung naga itu ada di YIA.

Ramainya bahasan mengenai keberadaan patung naga di YIA pertama kali mencuat setelah kicauan Humas Partai Ummat Mustofa Nahrawardaya yang mempersoalkan patung tersebut adai di YIA.

Patung Naga di YIA (twitter.com/TofaTofa_id)
Patung Naga di YIA (twitter.com/TofaTofa_id)

"Pemandangan baru di Yogyakarta Internasional Airport (YIA) hari ini, Kamis (30/12/2021)," cuit Mustofa.

"Masih gresss, patung naga raksasa di pintu keluar Bandara. Kenapa bukan Patung Garuda atau Patung Pahlawan yang dipasang di sini? Ada temen di Yogyakarta tahu?," imbuhnya.

Baca Juga:Belum Perlu Buat Kantor Polisi, Begini Penjelasan Pihak Bandara YIA

Belakangan kicauan itu memantik opini publik termasuk dari politisi PKS Mardani Ali Sera. Ia menyebut bahwa patung naga tidak akrab dengan budaya Indonesia.

Setelah viral beberapa waktu lalu, General Manager YIA Agus Pandu Purnama pun memberikan penjelasan mengenai keberadaan patung naga tersebut di YIA.

Lewat Instagramnya, ia memberikan penjelasan bahwa keberadaan patung naga itu untuk menggantikan gerobak pedati sapi karya seniman Nasirun mengiringi pergantian tahun 2021 ke 2022.

"Dipenghujung tahun 2021... ada pemandangan baru di kedatangan bandara YIA, tepatnya di depan Lawangpapat atau di antara Tamansari YIA. Semua mata pasti memandangnya karena ada karya luhur seni rupa oleh pamatung terkenal asal Bantul "Tri Suharyanto". Tri menyebutnya patung NAGA JALUR SUTRA. Patung naga dengan dimensi raksasa berukuran panjang 7 meter lebar 2 meter dengan tinggi kira kira 2,5 meter dibuat dengan bahan bahan sampah logam, besi galvanis (recycle). Patung ini dipasang menggantikan gerobak pedati sapi karya Nasirun mengiringi pergantian tahun 2021 ke 2022," jelasnya, Jumat (31/12/2021).

"Naga raksasa jalur Sutra yang berdiri dan siap melesat untuk terbang ke angkasa ini adalah melambangkan sebuah kedigdayaan bangsa Timur. Menolehkan pikiran ke abad lampau yakni abad 7 dimana Dinasti Syailendra bersama puluhan armada Maritimnya telah menjelajah hingga Madagaskar... torehan sejarah tersebut terpatri dalam relief kapal kuno di Borobudur dengan samudra Raksa yang telah mengguratkan jalur perdagangan bahari purba. Yang selanjutnya di teruskan oleh bangsa timur Laksamana Cheng Ho seorang muslim yang juga telah menjelajah dalam misi damai sampai ke pelosok dunia," ungkapnya.

Baca Juga:Nikahan di Bawah Jembatan Kereta Api YIA, Dekorasinya Bak Nikahan di Gedung Mewah

"Patung raksasa Naga ini pernah di tampilkan dalam pameran tunggal Tri Suharyanto di Taman Budaya Jogjakarta dengan inisiator sekaligus Kurator Garin Nugroho. Lantas apa Korelasi nya dengan Bandara YIA?... patung Naga yang sangat kokoh dengan tanduk rusa dan kumis panjangnya menambah tampilan yang sengit. Cakar dengan daya cengkram yang kuat dan tajam melambangkan kuatnya tekad bandara untuk memberi pelayanan prima kepada masyarakat pengguna jasa. Sirip tajam di kepala seolah ingin segera melesat ke angkasa, melesat jauh meninggalkan keterpurukan akibat pandemi, ada butiran mutiara di dahinya perlambang kejernihan dan kemurnian berfikir, ekornya yang di tekuk seperti angka 8 melambangkan kesempurnaan," ungkap Pandu.

"Menghadapi tahun 2022 kita harus melepas semua aral melintang, kita harus segera Airborn menyambut 2022 dengan penuh optimisme," tukasnya.

Naga Bagian Dari Budaya Indonesia

Sebelumnya akademisi dan sejarawan, Sam Ardi langsung memberikan sindiran menohok terhadap Mardani atas ucapannya terkait patung naga di YIA.

Menurutnya, Mardani termasuk orang yang miskin literasi dan jarang rekreasi. Karena itu, Mardani dengan mudah memberikan pernyataan jika naga bukan budaya Indonesia.

Cuitan yang menyindir Mardani Ali Sera soal patung Naga di bandara YIA (Twitter)
Cuitan yang menyindir Mardani Ali Sera soal patung Naga di bandara YIA (Twitter)

"Bagi orang yang miskin literasi dan jarang rekreasi memang bisa saja punya kesimpulan kalau naga bukan simbol yang akrab dengan budaya Indonesia," tegas Sam Ardi lewat kicauannya di Twitter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak