Lansia Penerima Vaksin Booster Sudah Didata, Pemkot Jogja Masih Urung Bagikan ke Warga

jenis vaksin ketiga atau booster itu adalah homolog sesuai dosis pertama dan kedua, serta heterolog dengan moderna setengah dosis.

Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora
Selasa, 11 Januari 2022 | 21:16 WIB
Lansia Penerima Vaksin Booster Sudah Didata, Pemkot Jogja Masih Urung Bagikan ke Warga
Ilustrasi suntik Vaksinasi Booster (pexels)

SuaraJogja.id - Pemkot Yogyakarta masih urung melaksanakan vaksinasi booster yang telah diperbolehkan 12 Januari 2022 mendatang. Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta sudah mendata masyarakat lanjut usia (lansia) untuk vaksin booster, kendati demikian pihaknya masih fokus menyelesaikan vaksin anak 6-11 tahun.

Kepala Dinkes kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani menjelaskan, informasi yang ia terima dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), jenis vaksin ketiga atau booster itu adalah homolog sesuai dosis pertama dan kedua, serta heterolog dengan moderna setengah dosis.

"Untuk pelaksanaanya sampai saat ini menunggu dari Kemenkes, belum ada ketentuannya. Namun sasaran masih ke lansia dan juga Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS itu," terang Emma dihubungi wartawan, Selasa (11/1/2022).

Ia mengatakan lansia yang sudah lebih dari 6 bulan menerima vaksin dosis dua di Jogja berjumlah 24 ribu orang.

Baca Juga:Pemda DIY Disebut Tak Transparan, LBH Jogja Buka Rumah Aduan bagi PKL Malioboro

Emma menjelaskan, Kota Jogja menjadi salah satu daerah yang diizinkan melaksanakan booster vaksin untuk masyarakat umum. Pasalnya, capaian vaksin telah melampaui persyaratan. Meliputi, 70 persen bagi masyarakat umum, dan 60 persen bagi lansia. 

"Memang dari pusat sudah mengizinkan booster pada 12 Januari. Tapi, bukan berarti dilaksanakan hari itu juga, karena kita harus persiapan-persiapan dulu. Suratnya secara resmi juga belum ada," ujar dia.

Sembari menanti kejelasan distribusi vaksin booster, pihaknya memilih fokus untuk menyelesaikan vaksinasi Covid-19 bagi anak 6-11 tahun yang kini menjadi prioritas utamanya, di tengah rencana pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Sehingga, siswa harus terlindungi semua dengan target 41 ribu anak.

"Kita sekarang masih konsentrasi untuk anak-anak dulu, dosis pertama dan kedua, agar yang belum terlindungi itu bisa diselesaikan dulu. Itu prioritasnya," ujar dia. 

Namun, Emma meyakini, dengan pelaksanaan vaksinasi berbasis sekolah, layaknya program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), proses untuk usia 6-11 tahun itu tidak akan membutuhkan waktu panjang. Ia mematok target pada Februari mendatang mampu diselesaikan.

Baca Juga:Keluarga Didatangi Polisi, Penendang Sesajen di Gunung Semeru Kuliah di Jogja

"Semoga bisa kita selesaikan dalam waktu dekat untuk vaksinasi anak 6-11 tahun itu. Harapannya Januari akhir selesai dosis pertama, kemudian dosis keduanya selang sebulan, atau Februari selesai," kata Emma.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak