facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Puluhan Pohon Tumbang Akibat Cuaca Ekstrem Kemarin, BPBD Sleman Pastikan Nihil Korban Jiwa

Eleonora PEW | Hiskia Andika Weadcaksana Kamis, 27 Januari 2022 | 10:52 WIB

Puluhan Pohon Tumbang Akibat Cuaca Ekstrem Kemarin, BPBD Sleman Pastikan Nihil Korban Jiwa
Salah satu pohon tumbang di wilayah Sleman akibat cuaca ekstrem, Rabu (26/1/2022) kemarin. - (SuaraJogja.id/HO-BPBD Sleman)

Makwan merinci, laporan kejadian terbanyak ada di Kapanewon Turi.

SuaraJogja.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mencatat sejumlah dampak kerusakan akibat dari hujan dan angin kencang pada Rabu (26/1/2022) siang hingga sore kemarin. Beruntung tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa cuaca ekstrem kemarin itu.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Makwan, menuturkan dari catatan yang dimiliki kejadian pohon tumbang tersebar di lima Kapanewon di wilayah Kabupaten Sleman. Di antaranya adalah Kapanewon Turi, Tempel, Pakem, Sleman dan Ngemplak.

"Hujan deras yang disertai angin kencang kemarin memang mengakibatkan beberapa kerusakan di sejumlah Kapanewon. Hampir semua sudah terkondisi," kata Makwan kepada awak media, Kamis (27/1/2022).

Makwan merinci, laporan kejadian terbanyak ada di Kapanewon Turi, dengan dampak yang ditimbulkan dari puluhan pohon yang tumbang.

Baca Juga: Pohon Tumbang Menewaskan Warga Kabupaten Ngawi yang Sedang Mencari Rumput, Polisi Sebut Murni Bencana Alam

Di wilayah Kapanewon Turi tersebut tercatat ada sebanyak 31 laporan pohon tumbang di sejumlah titik mulai dari Bangunkerto, Donokerto hingga Wonokerto. Dampaknya pun beragam ada yang kemudian menimpa jaringan listrik serta menutup akses jalan serta menimpa rumah warga.

Tumbangnya pohon-pohon yang menimpa rumah tersebut mengakibatkan kerusakan ringan hingga sedang. Namun dipastikan semua dampak itu sudah terkondisi.

"Ada di Karanganyar RT 04/3 Donokerto, pohon mindi diameter 200 cm tumbang menimpa rumah bagian dapur milik Sudiyono. Itu akan dikondisikan oleh pemilik. Lainnya terkondisi," ucapnya.

Kemudian untuk dampak di Kapanewon Tempel tercatat ada sebanyak 13 laporan yang masuk. Masih dengan mayoritas dampak dari pohon tumbang akibat dari angin kencang namun juga sudah bisa terkondisi semua.

Sedangkan di Kapanewon Sleman ada lima laporan yang masuk akibat dari cuaca ekstrem kemarin. Di sini pohon tumbang dilaporkan tidak hanya menutup akses jalan dan menimpa kanel listrik tapi juga ada yang berdampak pada Gedung UPT hingga RSUD Sleman.

Baca Juga: Terkendala Aturan, BPBD Sleman Sebut Peralatan Mitigasi Bencana untuk Destana Masih Minim

"UPT Pertanian Jl Pendowo Temon Pandowoharjo, 1 pohon tumbang menimpa Gedung UPT. Lalu di Murangan 8 RT 12 RW 30 Triharjo, pohon kelengkeng rungkat menimpa atap RSUD Sleman. Keduanya juga sudah terkondisi," ungkapnya.

Sementara itu di Kapanewon Ngemplak hanya terdapat satu laporan yakni di Jl. Ngaglik RT 01 RW 07, Demangan, Wedomartani, Ngemplak. Pohon sukun roboh menghalangi akses pejalan raya di Jln. Ngaglik. Dengan status sudah terkondisi.

Begitu pula di Kapanewon Pakem yang juga hanya satu laporan tepatnya di Beneran, Purwobinangun, Pakem, ada pohon sengon diameter 60 cm tumbang menlintang di jalan juga sudah terkondisi.

"Keterangan nihil korban jiwa," ucapnya.

Disampaikan Makwan, dalam penanganan dampak kerusakan tersebut BPBD Sleman sudah langsung melakukan sejumlah upaya. Mulai dari pemotongan pohon, distribusi bantuan darurat hingga asesment dampak.

Dengan tentunya dibantu sejumlah personel yang ada. Mulai dari Bhabinkamtibmas, Babinsa, SAR DIY, RKB, Turgo Asri, Peduli Merapi, Forum Bela Negara, Core Turi, PMI Sleman, Cakra, Forkom Moyudan, JKM, 920, Tagana Sleman, Karbolo, Bagana, Destana, UPTD BP4, Sarlinmas Kaliurang, TRC BPBD DIY, TRC BPBD Sleman, Dukuh serta unsur masyarakat.

Sebelumnya BMKG juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan dampak akibat hujan tersebut di sekitar wilayah masing-masing.

Masyarakat diminta agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang menyebabkan hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang. Sehingga juga dapat berpotensi berdampak pada bencana yang ada.

Terlebih memasuki puncak musim hujan di wilayah DIY yang diperkirakan terjadi pada medio Januari hingga Februari mendatang.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait